Jumat, 21 Oktober 2011. Hari itu, adalah hari yang cerah untuk beraktivitas. Tak seperti hari jum'at yang lain, hari itu kami mahasiswa Sistem Informasi 2011 ITS kehadiran seorang dosen STIKOM yang juga aktif dalam dunia jurnalis. Sungguh keberuntungan bagi kami yang masih dalam tahap pembelajaran untuk bertemu dengan beliau untuk membagi ilmunya dengan kami.
Sikap yang ramah dan terbuka membuat kami antusias dalam kuliah tamu tersebut.
Dalam kesempatan langka tersebut, kami mendapat banyak pencerahan tentang menulis populer melalui materi-materi presentasi beliau. Materi singkat, padat, dan jelas tersebut serasa obat bagi kegalauan kami dalam menulis. Dengan beberapa tips yang dibagikan beliau kepada kami, kami seperti mendapatkan sebuah jalan tol baru dalam perjalanan menulis kami ini.
Dari tips-tips berikut, mungkin bisa diambil sebagian atau keseluruhannya untuk dijadikan bahan refera
TIPS-TIPS menulis populer yang semoga membuat anda populer juga. amin.. :D
1.Jangan Menyiksa Pembaca
mengapabisamenyiksapembaca?jikakurangkjelasbacakalimatiniberulangulang. Ya.. agak pusing kan? berarti anda normal. Kalau anda bisa, anda sungguh LUAR BIASA. JIKA PADA KALIMAT AWAL ADALAH KALIMAT TAK BERSPASI YANG MENGGANGGU, BAGAIMANA DENGAN PERASAAN ANDA SAAT MEMBACA INI? Rasanya g enak juga kan? Seperti ada nada marah atau emosi. yah, intinya, bacalah tulisan anda dulu. jika enak nyaman dibaca, baru kasihkan ke orang lain.
2. Orientasi Pembaca
Untuk siapa kita menulis jika bukan untuk pembaca yang budiman? Untuk itu, dalam menulis kita juga harus berempati dengan cara mengetahui siapa target pembaca tulisan kita? Dengan mengetahui tersebut, paling tidak kita bisa menggunakan diksi (pilihan kata) yang tidak menyusahkan pembaca. Tulisan kita juga harus mudah dipahami. Sekali lagi, jangan menyiksa pembaca dengan cara apapun. Sadari juga, bahwa pembaca sangat beragam. Jadi, jika seorang bilang buruk tapi kebanyakan bilang baik, anggap saja yang 1 tersebut sebagai saran.
3. Hindari Istilah Asing
Tidak perlu memakai istilah yang aneh-aneh. Semakin banyak istilah aneh, namanya setilah. hehehe. Tulis saja apa adanya dengan bahasa yang enak dan mudah dipahami. Istilah asing kadang-kadang juga diperlukan. Jadi, harus melihat siapa pembacanya dulu. Yang penting, pembaca paham.
4. Hindari Jargon, Singkatan, dan Akronim
Obligasi rekap.
Lapas.
Saya yakin pembaca telah mengerti istilah-istilah tersebut. Tetapi, bukankah lebih mudah dipahami bila menggunakan istilah yang biasa saja? Dimana obligasi rekap yang berarti hutang triliunan dari rakyat dan lapas yang berarti penjara. Untuk itu, marilah mencintai menulis dengan bahsa yang sederhana saja. Lebih mudah dipahami lebih bermanfaat.
Semoga beberapa ilmu yang telah anda baca bermanfaat.
Salam sukses..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar