Minggu, 30 Oktober 2011

ALANGKAH LUCUNYA (NEGERI INI)

Directed by : Deddy Mizwar
Produced by : Zairin Zain
Written by : Musfar Yasin
Starring : Reza Rahadian, Tika Bravani, Deddy Mizwar, Slamet Rahardjo,Tio Pakusadewo, Jaja Mihardja, Asrul Dahlan, Rinna Hasyim, Teuku Edwin, Sonia, Robby Tumewu, Sakurta Ginting, Boy, Angga
Music by : Ian Antono
Cinematography : Yudi Datau
Editing by : Tito Kurnianto, Enjah, Hanif Ridlo
Studio : CitraSinema
Runningtime : 100 minutes
Country : Indonesia
Language : Indonesian

Selalu ada yang menarik di dalam Deddy Mizwar. Deddy Mizwar yang menjadi sutradara sekaligus pemeran dalam film "Alangkah Lucunya (negeri ini)" menyajikan suatu fenomena permasalahan klasik rakyat Indonesia khususnya anak-anak jalanan dengan sangat 'mengena' hati. Film yang awalnya aku duga seperti film-film Indonesia lain yang hanya begitu-begitu saja malahan menjadi suatu lecutan diri untuk sadar akan dunia yang berbeda. 

Film ini diawali dari perjalanan seorang Muluk (Reza Rahardian) yang bergelar S1 Manajemen mencari pekerjaan dengan berbekal iklan koran. Pencarian yang tak kunjung membuahkan hasil, mengenalkan Muluk pada Komet (Angga) si pencopet. Saat itu, Komet ketahuan sedang mencopet di pasar dan oleh Muluk dikejar dan terjadi beberapa dialog yang menggelitik jiwa. Oleh Muluk ditanya, "Mengapa mencopet? Kalau butuh kan tinggal minta." yang dijawab se khasnya seorang anak polos "Saya kan pencopet, bukan peminta-minta." Mendengar hal itu, Muluk seperti tersengat hatinya dan melepaskan si Komet.
 
Masih dalam pencarian pekerjaan, pada saat Muluk makan, ia bertemu si Komet lagi. Setelahnya, Komet mengajaknya ke "kantor copet" dan mengenalkannya kepada Jarot (Tio Pakusadewo) sang bos copet. Perkenalan tersebut membuahkan perjanjian kerjasama antara aliansi copet dan Muluk. Muluk mengolah uang hasil copet dan sebagai imbalannya memperoleh 10 darinya.
 
Ketika mulai beraktifitas, timbullah pertanyaan dari Makbul (Deddy Mizwar) ayah Muluk, "Sibuk sekali kau, sudah dapat kerjaan?" Muluk mengaku dia bekerja di perusahaan bagian pengembangan Sumber Daya Manusia. Sungguh jawaban yang menggelitik.
 
Untuk mencapai cita-cita Muluk yaitu mengangkat martabat pencopet menjadi pedagang asongan yang berpendidikan, dia meminta bantuan temannya Syamsul (Asrul Dahlan) dan Pipit (Tika Bravani). 

Awal Syamsul mengajar, dia kesulitan memberikan alasan mengapa harus pencopet harus naik tingkat dan berpendidikan. Alhasil, dia pun memberikan contoh Koruptor yang bisa dikatakan sebagai pencopet profesional dan hidup bergelimpang harta. "Aku mau bang jadi Koruptor." dengan ringan mereka berseloroh dan mulai bersemangat untuk belajar. Di lain sisi, Pipit mengajar tentang agama islam. Dalam filmnya, mereka benar-benar tak pernah disentuh oleh pendidikan maupun agama.
 
Konflik mulai memuncak ketika Pak Makbul (ayah Muluk), Haji Sarbini (calon mertua Muluk), dan Haji Rahmat(ayah Pipit) bersikeras melihat tempat kerja Muluk. Mereka sungguh terkejut melihat anak-anak mereka ternyata bekerja dengan pencopet. Dan yang lebih menyakitkan hati para orangtua adalah saat mereka menyadari bahwa makanan yang selama inimereka makan berasal dari uang hasil copet.
 
Pertentangan batin yang hebat para ketiga tokoh tersebut menyebabkan ketiganya berhenti mengajar anak-anak tersebut. Sungguh pilihan yang amat berat, dimana mengajar anak-anak pencopet itu agar dapat mandiri namun memperoleh uang haram, atau meninggalkan mereka tanpa berbuat apa-apa lagi.

Berhasilkah mereka mengubah masa depan anak-anak pencopet?
Ayo kita tonton saja filmnya. :D




Tidak ada komentar:

Posting Komentar