Sudah tahu kan acara besar semacam apa itu? Jika belum, baca postingan sebelumnya dulu. okey .. :D Berikut cerita batin yang kualami semasa mengikuti acara tersebut. Ada senang, sedih, galau, excited(tertarik), kagum, apapun deh.
Berawal dari berita group WE&T ITS tentang Startup Weekend Surabaya 2011 aku yang berstatus sebagai mahasiswa baru Sistem Informasi ITS merasa tertarik dengan acara besar tersebut. Tetapi, halanga pertama pun menghadang. Rp 500.000,00 untuk daftar! Sebagai anak kos-kosan yag harus mengirit, jumlah tersebut kurang lebih sama dengan jatah makan ku 1 bulan. Apa aku harus menukarnya dengan acara 3 hari yang aku tidak tahu rincian jelasnya bagaimana kah dampaknya terhadap hidupku.
Kegagalan yang goblok adalah saat tidak mau mencoba dan hanya resah. Dan aku berkata pada diriku, "Goblok kamu jika tidak berani mengambil resiko. Kamu mau gagal sebelum melakukannya hah? Pecundang kamu kalau tidak berani memulai sesuatu yang baru, yang mungkin membawa perubahan yang baik dihidupmu. Jadilah PEMENANG! yang mengambil manfaat dalam setiap kegagalan. Toh kalau kamu ikut juga belum tentu gagal."
Tak banyak pikir, kuhubungi temanku si "I" yang calon pengusaha juga seperti aku. Amin. Amin. Amin. Tau kan? Pastinya aku hutang! Karena uangku hanya tersisa Rp 50.000,00 untuk 1 minggu kedepan. Sebelumnya, si "I" juga tertarik untuk ikut. Tapi hari itu dia juga mengikuti seminar tentang kebebasan finansial. Jadi, aku mendaftar sendiri dengan sedikit nekat hutang! hehehe
Hari jum'at tgl 21 Oktober 2011, adalah hari pertama acara tersebut. Acara diselenggarakan di Universitas Ciputra di Surabaya. Dimana itu? Karena aku anak desa dari pelosok kota Pati Jawa Tengah, aku pun hanya bisa googling. Yah, kemanapun tempat yang aku tuju, aku googling dulu arah-arahnya. Berbekal sedikit tulisan alamat, aku berangkat dari kos. Setelah berlama-lama bingung, kesasar, dan gak jelas akhirnya sampai tujuan deh.
Sepi.... Lho, mana partisipan lainnya? Kecewa sedikit deh. Ternyata partisipannya banyak yang tidak tepat waktu dan tidak terlalu ramai seperti bayanganku.
Idea Pitching. Pemaparan Ide-ide kreatif. Dan aku memiliki ide membuat aplikasi peta mall dalam 3D. Tapi, akhirnya aku menjadi tim sukses tukarwaktu.com yang anggotanya notabene anak-anal Universitas Ciputra. Yah, sedikit minder deh. Setelah diskusi tentang ide, aku ditunjuk menjadi developer web untuk hal tersebut. Lho, aku kan baru semester 1 dan gak tahu apa-apa. Dan perasaan itulah yang menekanku sampai hari kedua dimana aku berterus-terang berkata kepada timku bahwa aku tidak bisa apa-apa. Perasaan bersalah mulai muncul karena keinginan berkontribusi yang tidak tersalurkan dan merasa tidak mampu melakukan apa-apa.
Kata Pak Jupri yang seorang dosen ITS dan juga pengusaha, "Berprestasi dulu baru Sukses." Disanalah aku sedikit mengerti arti kata-kata tersebut. Tanpa ilmu, aku merasa menjadi sapi dungu ditengah para petani. Begitu tak berdaya.
Hari ke-3. Aku hanya ikut 'mengalir' dalam perjuangan teman-teman tim ku. Hari itu adalah penentuan layak tidaknya suatu ide melalui pemaparan prototipe ide tersebut kepada beberapa juri yang beberapa juga akan menjadi investor untuk mengembangkan ide tersebut.
Kemenangan beralih ke tim lain yang lebih siap menjadi pemenang pada saat itu. Tapi, aku telah belajar banyak. Sebanyak apapun aku kalah, itu hanya secuil bagian dari diriku. Aku lebih besar dari masalah tersebut. Timku juga berpikiran seperti itu. Selalu ada pembelajaran dalam suatu kekalahan.
"Alasan mengapa aku tahu begitu banyak adalah karena aku telah melakukan begitu banyak kesalahan," kata Buckminster Fuller, penerima 46 gelar Doktor kehormatan.
Salam Sukses.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar