Tampilkan postingan dengan label reportase. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label reportase. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Desember 2011

Mau Sukses? Sekaranglah Saatnya!


Kemarin (19/12) di hotel Fortune Surabaya penuh dengan peserta seminar Entrepreneur University yang dimotori oleh Purdi E. Chandra, pendiri Primagama yang terkenal dengan taglinenya" Cara Gila Jadi Pengusaha." Seminar yang dimulai pukul 19.30 itu dibawakan oleh Fauzan T. Hananto, seorang alumni ITS jurusan DKV. Dengan segudang prestasi dalam hal bisnis maupun tidak, dia menjadi mentor bisnis malam itu.

Fauzan T. Hananto adalah seorang pengusaha muda yang core bisnisnya adalah Plan net desain yang berdomisili di Rungkut surabaya. Begitu banyaknya perusahaan negeri dan mancanegara yang menjadi kliennya. Proyek terakhirnya senilai 22 M yang digelontorkan oleh pelanggannya Unilever.

Materi yang dibawakan oleh Mas Fauzan berkisar antara narsis berbisnis, perubahan paradigma bisnis, dan tak ketinggalan motivasi untuk bisnis yang luar biasa menginspirasi.

"Bisnis itu perlu narsis." Walaupun kadang kita belum punya bisnis, kita bisa bilang kepada teman-teman dan masyarakat sekitar bahwa kita sedang berbisnis. Adapun jika kita mendapat order, kita harus bilang,"BISA." Kemudian kita cari orang yang bisa melakukannya untuk kita. sesimple itu lah bisnis. Istilah kerennya kita itu trader. Menyambungkan produsen dan konsumen.

"1,2 M adalah harga belajarku untuk menjadi pengusaha seperti sekarang." Dari ditipu orang, karyawan, relasi bisnis, proyek gagal, dan ketidaksiapan sistem muncullah akumulasi nilai belajar minimal 1,2 M. Banyakkah? Dia bilang, "Kesuksesanku memiliki harga lebih dari itu."

Dulu, setiap ada kesempatan, dia langsung mengiyakan apapun kesempatan itu. Maka jadilah dia memiliki bisnis dari A-Z pada waktu yang bersamaan. Dalam pembelajaran tersebut, bisnisnya bangkrut dari sedikit demi sedikit sampai tinggal core bisnisnya PlanNet Desain. Dari situ ia belajar, bisnis boleh banyak dan boleh membuka bisnis baru asalkan kita telah membuat sistem bisnis yang stabil terlebiih dahulu. Tanpa sistem, perlahan bisnis-bisnis tersebut dapat dipastikan akan hilang satu demi satu.

Untuk penutup malam itu, kita diputarkan beberapa video yang sangat memotivasi. Film yang berkisah tentang perjuangan untuk pantang menyerah dalam meraih impian. Jika mereka bisa, tentunya kita juga bisa teman.

Untuk videonya, kita bahas di post selanjutnya.. oke.. :D

Semangat pagi.
Salam sukses dan mulia.
Semoga Allah selalu menyertaimu dalam setiap langkah kita.
Let's go to succes..

Is She Miss PERFECT??? (Not Related)

“Tak ada seorang yang jelek. Tetapi hanyalah ada seorang yang terurus dan tidak terurus.”

Jumat, 16 Desember 2011 di kelas TC 103-104 Sistem Informasi ITS diadakan kuliah bersama mengenai Image and Character Building. Kata-kata khas itulah yang sedikit menggelitik hati ini untuk berkomentar.
 Memang sulit untuk mempercayai kalimat tersebut pada awalnya. Namun, seiring penjelasan miss agatha yang mengisi jam kuliah tamu di jurusan Sistem Informasi kami, kami seakan dituntun untuk sedikit demi sedikit mempercayainya. Bagaimana tidak? Awalnya kami diperlihatkan beberapa sosok manusia yang pada awalnya bisa dikatakan biasa saja, setelah di make over dengan make up, potongan rambut, aksesoris dan hal-hal lain, beberapa sosok tersebut malahan memnbuat mata kami takjub. Betapa luar biasa perubahan mereka.
Mungkin kadang kita merasa tidak nyaman dengan penampilan kita sendiri. Dan hal ini mungkin sering membuat performa kita sering tidak stabil. Mungkin ketika kita bertemu dengan seseorang, kita enggan menyapa. Bukan karena sombong. Namun karena ada rasa tidak pantas yang menyusup di hati. Tak perlu khawatir. Solusinya ada 2.
Sebelum berbicara tentang sulusinya, kita bahas dulu materinya miss agata. Beliau yang cantik itu mengajarkan kami bagaimana cara mengubah penampilan seorang yang biasa menjadi luar biasa. Beliau mengajarkan kami tentang bagaimana menyesuaikan pakaian dengan profesi tertentu. Bagaiman cara duduk dan berjalan yang benar. Memakai dasi yang tepat. Dan mengenakan kombinasi dari semua itu dengan serasi.
Setiap profesi dan keadaan tertentu memiliki gaya busana dan perilaku yang berbeda. Misal ketika kita bertemu dengan pegawai kita, maka kita sebisanya mungkin juga menggunakan pakaian yang pantas  dan berperilaku layaknya bos agar pegawai kita tetap respek kepada kita. Berbeda jika kita bertemu dengan teman. Walaupun kita seorang bos dan teman kita adalah karyawan, jangan sampai kita menganggap rendah teman kita tersebut.
Selain perilaku, miss agata mengajar kami tentang bagaimana cara membuat seseorang merasakan keramahan kita walaupun sebelumnya belum pernah berpapasan, atau dengan kata lain pandangan pertama. Yaitu dengan cara bersalaman yang benar dan tersenyum ramah. Ada yang unik dari penjelasan miss agata. “Dari senyuman, kita bisa melihat orang tersebut tulus atau tidak atas keramahannya kepada kita.” Ketika senyuman bibir dibarengi dengan senyuman mata dengan ditandai dengan adanya ekor mata, saat itulah mereka tersenyum tulus.
Kembali ke sebelumnya tentang 2 solusi. Yang pertama, dengan make over secara fisik seperti yang sudah aku ceritakan di atas. Dan yang kedua, adalah dengan bersyukur. Dengan bersyukur, mata kita akan terbiasa melihat hanya hal-hal yang indah. Dan akhirnya, “ tak ada yang buruk di dunia ini. Namun, hanyalah berkah yang terhampar dari pojok ujung mata kanan sampai ujung mata kiri.
Apapun yang kita terima, sykurilah..
Semoga hidup kita menjadi lebih berkualitas dengan bertambhanya syukur kita.
Salam bahagia..

Minggu, 11 Desember 2011

KOMIK ONLINE GRATIS(bukan IKLAN)


            Bacaan hiburan komik, dulu hanya bisa dinikmati dalam bentuk buku atau dalam media seperti koran atau majalah saja. Dengan harga yang cukup merogoh isi kantong banyak penggemarnya terutama anak sekolah, buku komik masih sulit dijangkau. Namun berkat teknologi internet yang lagi-lagi memberi kemudahan bagi manusia kini komik bisa dibaca secara online dan gratis. Satu – satunya perusahaan penerbitan komik online di Indonesia, adalah situs www.makko.co. Bukan hanya hadir sebagai satu-satunnya publishing komik online, makka juga berusaha mempopulerkan kembali komik Indonesia dalam semua judul ceritanya.
            Makko merupakan situs yang menyajikan hiburan komik secara gratis lengkap dengan artikel. Dengan bantuan modal dari seorang investor sebesar 1 miliar rupiah, Makko didirikan pada bulan Oktober tahun 2010 oleh Sunny Gho, Managing Director Makko. Uwi Manthovani, selaku Chief Editor Makko dan Mehdi, Executive Director Makko. Walaupun media online sudah menjamur, namun kehadiran Makko sebagai komik online tidak bermaksud untuk mengganti posisi komik cetak. Komik online ini untuk mengatasi masalah distribusi yang tidak merata pada komik cetak. Nah, dengan komik online yang mereka buat dan dibaca secara gratis sehingga siapapun bisa baca komik.
Sarana Media Iklan Kreatif
            Walapun disajikan secara gratis, bukan berarti tidak ada unsur bisnis di dalam komik online Makko. Sebaliknya setiap halaman cerita yang dibuat Makko dapat menghasilkan keuntungan. “Makko didirikan, dengan melihat peluang bisnis yang cukup menarik. Kita tidak melihat si komik online ini seperti komik cetak, habis baca cukup, dan langsung disimpan. Tapi komik online ini ke depannya, bisa didaur ulang menjadi film, iklan,” jelas Sunny Gho
            Yang dibicarakan Sunny soal peluang usaha dari komik online buka isapan jempol semata karena Makko saat ini sudah menuai keuntungan dari bisnis komik onlinenya. Makko menawarkan bentuk iklan bukan hanya sekedar display. Tetapi, dengan cara yang baru dan menarik, yaitu menyajikan iklan secara generik dalam arti iklan masuk ke dalam cerita. Hal ini karena segmen Makko adalah kalangan remaja, sehingga tampilan iklan semacam advertorial yang bermain kata-kata atau display dihindari.
            Dengan masuknya iklan dalam cerita, produk pengiklan akan muncul beberapa kali dalam cerita, amaka produk tersebut akan terekam oleh pembaca. Melalui komik online, makko juga termasuk perusahaan trans media untuk memasang iklan. “ Biasanya iklan di media lain hanya tampilan display saja. Di Makko, iklan akan masuk dalam cerita komik. Contohnya, seprti klien iklan kami, dari salah satu produk kendaraan. Produk mobil tersebut akan muncul dalam cerita, misalnya dikendarai oleh karakter tokoh utama. Ada juga klien iklan kami dari produk kopi, yang kami turut tayangkan dalam cerita komik yang berjudul 5 Menit Sebelum Tayang. Dari kedua klien ini Makko sudah mengantongi omset 60 juta. Belum lagi pendapatan yang kita dapat dari penyelenggaraan acara yang membawa karakter komik Makko. Sejak kami mulai online di bulan Mei 2011, Makko sudah mengantongi omset sekitar Rp 200 juta “ ungkap Sunny.
            Dengan omset yang fantastis untuk beberapa kerjsama iklan dan penyelenggaraan acara. Makko kini semakin gencar mengenalkan karakter komik online mereka. Tujuannya, supaya masyarakat mengenal kemudian suka dan menjadi fans dari karakter komik online Makko. Sehingga karakter komik tersebut akan dialihkan menjadi marchandise berupa mainan atau kaos yang diperjual-belikan. Dengan begitu komik online sudah menciptakan ladang bisnis baru.
            Sebaliknya, Makko tidak hanya mencari keuntungan tanpa ada pengeluaran. Karena pengeluaran utama dalam bisnis ini adalah membayar honor komikus yaitu 100 ribu untuk setiap halaman. Deadline bagi komikus sebulan harus bisa menyelesaikan 24 halaman. Jadi kalau si komikus mampu beserta covernya, komikus tersebut akan menerima pembayaran 2,5 juta perbulannya. Selain kreatif mencari peluang bisnis, Makko juga memberikan peluang usaha bagi komikus.

Selasa, 08 November 2011

ITS menjinjing kakinya..

Surabaya, ITS kebanjiran? sudah biasakah universitas yang sebagian lahannya adalah rawa ini kebanjiran disaat musim penghujan? Rabu(9/11) inilah kali pertama aku melihat ITS kebanjiran. Karena, ini adalah tahun pertamaku di ITS.

Hujan semalaman suntuk sampai pagi ini, membuat sungai meluap da menimbulkan genangan air dimana-mana. Bangun pagi untuk sekedar beraktifitas pun menjadi agak malas karena diluar sana basah dan becek.

Berbekal keinginan untuk mencari sarapan, petualangan di pagi yang basah dimulai. Brum.. brum.. deru mesin motorku membelah gelombang air bak perahu ditengah lautan. Wauw... Sungai samping kos, meluap. Jalanan yang terbentang disampingnya pun tertutupi oleh air yang lumayan tinggi.

Menerobos di tengah rintik hujan yang halus, rasa sejuk mulai hinggap di dada. Entah mengapa bayanganku melompat ke kota Bogor yang dikenal kota hujan. Mungkin seperti inilah sejuknya kota bogor yang sedang diguyur hujan. Yups, semoga aku bisa kesana tahun depan. hehe

Dengan rute Mulyosari, Keputih, ITS, gebang dan kembali ke kos lagi, terasa sangat berbeda pagi ini. Begitu indah. Andai seluruh kotanya bersih seperti di ITS, pasti nikmat sekali untuk dijadikan tempat bersantai.

Sarapan pecel di samping jalan depan Sakinah sembari menikmati rintik hujan yang malu-malu menyentuh kaki, sungguh nikmat sekali. Meneguk segelas teh hangat untuk menyiapkan diri dalam perjalanan selanjutnya.

Rawa ITS pun terisi oleh tetasan air hujan dari hari kemarin. Ayo, siapa yang ingin memancing atau main perahu?? Kata dosenku, "Biasanya di samping kelas ini ada ikannya juga lho." Semoga ada yang berbaik hati memasakkan ikan untuk kita. hehe. Kuliah sambil memancing? atau kuliah sambil melamun menerawang dibalik jendela kelas menelusuri keindahan rintik hujan? ah.. semuanya befitu indah..

Just for fun,,, hehhe

Senin, 07 November 2011

10 % kuliah. Sudut Pandang Kegelapan Semu



7 Nopember 2011. Disaster! “Apakah algoritma itu? “, Senyap. “Apakah pemrogaman?”, Hening. “Lalu, apakah alpro?” Sepi. “Jangan-jangan kalian tidak tahu apa itu diskrit?” ungkap Pak Mukhlason seorang dosen Matematika Diskrit yang akrab dipanggil dengan Cak Son saat mengajar jurusan Sistem Informasi kelas D angkatan 2011. Hanya terdengar suara Cak Son yang bergetar di dalam kelas yang biasa ramai itu. Betapa mengiris hati suaranya, “Jika kalian tidak tahu apa itu Matematika Diskrit, lalu 9 minggu ini kalian belajar apa denganku?”

Realita kehidupan mahasiswa sekarang tak jauh berbeda dari hal seperti itu. Saat ini kita (mahasiswa) jarang sekali yang berniat belajar dengan serius. Adapun kuliah kadang hanya untuk bergaya dan pamer. 

Jarang ada mahasiswa yang ketika kuliah telah memiliki impian 10 tahun kedepan sebagai navigasi kemana arah perjalanan hidup ini. Karena tidak adanya hasrat untuk menjadi apa inilah, banyak mahasiswa yang ketika belajar sering merasa down (jenuh, bosan, malas, dll). Alih-alih belajar dengan giat. Malahan sering kita tidak mengerti apa yang sedang kita pelajari seperti kutipan dialog diatas. 

“Biarlah mengalir seperti air.” Kata mereka. Datang kuliah, duduk, bercengkrama dengan teman dan sesekali menoleh ke arah dosen untuk sambilan obrolan. Mungkin sedikit berlebihan. Tapi, begitulah realitanya. Begitulah rutinitas mahasiswa kekinian yang mengikut paham mengalir seperti air yang salah.

Walaupun air mengalir mengikuti lengkokan tanah, aliran air tetap meiliki tujuan akhir, yaitu laut atau samudra. Inilah yang terlewatan dari pola pikir kita. Hanya mengalir tanpa tujuan yang jelas yang berakhir tanpa kejelasan. 

90% mahasiswa indonesia memiliki pola pikir rekreasi. Jalan-jalan, nongkrong, dan nonton. Gaya hidup mahasiswa yang cenderung kurang tepat inilah yang baru menjadi tren di masa global ini. Walaupun hiburan itu perlu, sepertinya akan lebih bijak jika mengetahui porsi secara tepat untuk rehat diri.

10 tahun kedepan, hanyalah terdapat segerombol sarjana yang kerjanya hanyalah nongkrong, main, dan lain-lain sebagaimana aktivitas mereka ketika kuliah. Kenapa tidak kerja? Tanyakan saja pada mereka 10 tahun kedepan. Jangan-jangan sekarang malahan sudah ada panen sarjana berprofesi ahli nongkrong dan sebagainya?

Bagaiman wajah Indonesia kita tercinta ini di masa akan datang jika kita sebagai mahasiswa hanyalah senang bermain-main? 

Selagi masih dalam tahap belajar (belajar kan seumur hidup), marilah berbebah diri dengan menyelaraskan niat untuk kemajuan negeri ini.

Dan milikilah beberapa impian yang baik untuk diri kita, keluarga kita, dan bangsa kita tercinta ini. Hidup Indonesia!!!

Senin, 31 Oktober 2011

Serba Serbi Menulis dari Pak Rudi Santosa

Menulis adalah kemerdekaan. Karena menulis itu bebas. Di negara Indonesia yang berasaskan Pancasila ini, siapapun boleh berpendapat.  Tak terkecuali seorang penjual nasi goreng yang bertweet ria meramaikan pasar internet.
Seorang penjual makanan, mahasiswa, jurnalis, politikus, dan berbagai bidang lainnya, memiliki peranan yang berbeda dalam berpartisipasi di dunia tulis menulis negeri ini.

Misal seorang politikus yang menulis tentang suatu permasalahan dalam pemerintahan sering diaanggap tidak asli dan memihak dari sudut pandang partainya. Jika seorang jurnalis yang menulis, mungkin dia akan mencari kekurangan apa yang dapat dijual melalui artikel yang akan ditulisnya.

Berbeda lagi jika mahasiswa yang menulis.

Dimungkinkan, di antara sekian bidang sudut pandang mahasiswa memiliki sudut pandang netral dengan kemampuan dan ilmu yang lumayan mumpuni untuk mengkaji suatu permasalahan.

Jika mahasiswa menulis, mahasiswa bisa menjadi kontrol rezim pemerintahan yang berlangsung. Demo? Sepertinya sudah tak jamannya lagi. Menulis memberikan lebih banyak manfaat daripada demo. Selain jangkauan yang luas dan berpengaruh disegala usia(tentunya yang dapat membaca) juga efisien tenaga dan waktu.

-ganti tema- :)
Jika ada masalah, tulis saja. Baca, renungkan, mungkin akan mendatkan solusinya sendiri tanpa repot konsultasi. Pernahkah merasa galau? Hebat sekali anda mau mengakuinya. Beberapa saran dari seorang guru, tulis saja masalahmu(galau). Coba deskripsikan detail masalah yang 'menggalaukan'. Nikmati saja prosesnya. Mungkin, tak disangka-sangka perasaan galau mulai memudar. Jangan percaya kalau belum nyoba yah.. hehehe Just Try it at Home.


Menulis Populer Bersama Bapak Rudi Santoso

Jumat, 21 Oktober 2011. Hari itu, adalah hari yang cerah untuk beraktivitas. Tak seperti hari jum'at yang lain, hari itu kami mahasiswa Sistem Informasi 2011 ITS kehadiran seorang dosen STIKOM yang juga aktif dalam dunia jurnalis. Sungguh keberuntungan bagi kami yang masih dalam tahap pembelajaran untuk bertemu dengan beliau untuk membagi ilmunya dengan kami.
Sikap yang ramah dan  terbuka membuat kami antusias dalam kuliah tamu tersebut.


Dalam kesempatan langka tersebut, kami mendapat banyak pencerahan tentang menulis populer melalui materi-materi presentasi beliau. Materi singkat, padat, dan jelas tersebut serasa obat bagi kegalauan kami dalam menulis. Dengan beberapa tips yang dibagikan beliau kepada kami, kami seperti mendapatkan sebuah jalan tol baru dalam perjalanan menulis kami ini.
Dari tips-tips berikut, mungkin bisa diambil sebagian atau keseluruhannya untuk dijadikan bahan refera

TIPS-TIPS menulis populer yang semoga membuat anda populer juga. amin.. :D
1.Jangan Menyiksa Pembaca
   mengapabisamenyiksapembaca?jikakurangkjelasbacakalimatiniberulangulang. Ya.. agak pusing kan? berarti anda normal. Kalau anda bisa, anda sungguh LUAR BIASA. JIKA PADA KALIMAT AWAL ADALAH KALIMAT TAK BERSPASI YANG MENGGANGGU, BAGAIMANA DENGAN PERASAAN ANDA SAAT MEMBACA INI? Rasanya g enak juga kan? Seperti ada nada marah atau emosi. yah, intinya, bacalah tulisan anda dulu. jika enak nyaman dibaca, baru kasihkan ke orang lain.

2. Orientasi Pembaca
    Untuk siapa kita menulis jika bukan untuk pembaca yang budiman? Untuk itu, dalam menulis kita juga harus berempati dengan cara mengetahui siapa target pembaca tulisan kita? Dengan mengetahui tersebut, paling tidak kita bisa menggunakan diksi (pilihan kata) yang tidak menyusahkan pembaca. Tulisan kita juga harus mudah dipahami. Sekali lagi, jangan menyiksa pembaca dengan cara apapun. Sadari juga, bahwa pembaca sangat beragam. Jadi, jika seorang bilang buruk tapi kebanyakan bilang baik, anggap saja yang 1 tersebut sebagai saran.

3. Hindari Istilah Asing
    Tidak perlu memakai istilah yang aneh-aneh. Semakin banyak istilah aneh, namanya setilah. hehehe. Tulis saja apa adanya dengan bahasa yang enak dan mudah dipahami. Istilah asing kadang-kadang juga diperlukan. Jadi, harus melihat siapa pembacanya dulu. Yang penting, pembaca paham.

4. Hindari Jargon, Singkatan, dan Akronim
    Obligasi rekap.
    Lapas.
    Saya yakin pembaca telah mengerti istilah-istilah tersebut. Tetapi, bukankah lebih mudah dipahami bila menggunakan istilah yang biasa saja? Dimana obligasi rekap yang berarti hutang triliunan dari rakyat dan lapas yang berarti penjara. Untuk itu, marilah mencintai menulis dengan bahsa yang sederhana saja. Lebih mudah dipahami lebih bermanfaat.


Semoga beberapa ilmu yang telah anda baca bermanfaat.
Salam sukses..









Minggu, 30 Oktober 2011

Kegalauan vs Ketabahan pada Startup Weekend Surabaya 2011

Sudah tahu kan acara besar semacam apa itu? Jika belum, baca postingan sebelumnya dulu. okey .. :D Berikut cerita batin yang kualami semasa mengikuti acara tersebut. Ada senang, sedih, galau, excited(tertarik), kagum, apapun deh.
         Berawal dari berita group WE&T  ITS tentang Startup Weekend Surabaya 2011 aku yang berstatus sebagai mahasiswa baru Sistem Informasi ITS merasa tertarik dengan acara besar tersebut. Tetapi, halanga pertama pun menghadang. Rp 500.000,00 untuk daftar! Sebagai anak kos-kosan yag harus mengirit, jumlah tersebut kurang lebih sama dengan jatah makan ku 1 bulan. Apa aku harus menukarnya dengan acara 3 hari yang aku tidak tahu rincian jelasnya bagaimana kah dampaknya terhadap hidupku.
         Kegagalan yang goblok adalah saat tidak mau mencoba dan hanya resah. Dan aku berkata pada diriku, "Goblok kamu jika tidak berani mengambil resiko.  Kamu mau gagal sebelum melakukannya hah? Pecundang kamu kalau tidak berani memulai sesuatu yang baru, yang mungkin membawa perubahan yang baik dihidupmu. Jadilah PEMENANG! yang mengambil manfaat dalam setiap kegagalan. Toh kalau kamu ikut juga belum tentu gagal."
         Tak banyak pikir, kuhubungi temanku si "I" yang calon pengusaha juga seperti aku. Amin. Amin. Amin. Tau kan? Pastinya aku hutang! Karena uangku hanya tersisa Rp 50.000,00 untuk 1 minggu kedepan. Sebelumnya, si "I" juga tertarik untuk ikut. Tapi hari itu dia juga mengikuti seminar tentang kebebasan finansial. Jadi, aku mendaftar sendiri dengan sedikit nekat hutang! hehehe
         Hari jum'at tgl 21 Oktober 2011, adalah hari pertama acara tersebut. Acara diselenggarakan di Universitas Ciputra di Surabaya. Dimana itu? Karena aku anak desa dari pelosok kota Pati Jawa Tengah, aku pun hanya bisa googling. Yah, kemanapun tempat yang aku tuju, aku googling dulu arah-arahnya. Berbekal sedikit tulisan alamat, aku berangkat dari kos. Setelah berlama-lama bingung, kesasar, dan gak jelas akhirnya sampai tujuan deh.
         Sepi.... Lho, mana partisipan lainnya? Kecewa sedikit deh. Ternyata partisipannya banyak yang tidak tepat waktu dan tidak terlalu ramai seperti bayanganku.
         Idea Pitching. Pemaparan Ide-ide kreatif. Dan aku memiliki ide membuat aplikasi peta mall dalam 3D. Tapi, akhirnya aku menjadi tim sukses tukarwaktu.com yang anggotanya notabene anak-anal Universitas Ciputra. Yah, sedikit minder deh. Setelah diskusi tentang ide, aku ditunjuk menjadi developer web untuk hal tersebut. Lho, aku kan baru semester 1 dan gak tahu apa-apa. Dan perasaan itulah yang menekanku sampai hari kedua dimana aku berterus-terang berkata kepada timku bahwa aku tidak bisa apa-apa. Perasaan bersalah mulai muncul karena keinginan berkontribusi yang tidak tersalurkan dan merasa tidak mampu melakukan  apa-apa.
         Kata Pak Jupri yang seorang dosen ITS dan juga pengusaha, "Berprestasi dulu baru Sukses." Disanalah aku sedikit mengerti arti kata-kata tersebut. Tanpa ilmu, aku merasa menjadi sapi dungu ditengah para petani. Begitu tak berdaya.
          Hari ke-3. Aku hanya ikut 'mengalir' dalam perjuangan teman-teman tim ku. Hari itu adalah penentuan layak tidaknya suatu ide melalui pemaparan prototipe ide tersebut kepada beberapa juri yang beberapa juga akan menjadi investor untuk mengembangkan ide tersebut.
          Kemenangan beralih ke tim lain yang lebih siap menjadi pemenang pada saat itu. Tapi, aku telah belajar banyak. Sebanyak apapun aku kalah, itu hanya secuil bagian dari diriku. Aku lebih besar dari masalah tersebut. Timku juga berpikiran seperti itu. Selalu ada pembelajaran dalam suatu kekalahan.

"Alasan mengapa aku tahu begitu banyak adalah karena aku telah melakukan begitu banyak kesalahan," kata Buckminster Fuller, penerima 46 gelar Doktor kehormatan.
Salam Sukses.
    

Senin, 24 Oktober 2011

Startup Weekend Surabaya 2011


         "Startup Weekend is a global network of passionate leaders and entrepreneurs on a mission to inspire, educate, and empower individuals, teams and communities. Come share ideas, form teams, and launch startups." kata: http://startupweekend.org/ :D. Mudahnya, acara ini diadakan untuk menumbuhkan dan memfasilitasi wirausahawan di seluruh dunia termasuk Indonesia.
lokal startup jakarta dan surabaya
          Startup Weekend Surabaya 2011 yang diadakan tgl 21-23 Oktober kemarin adalah acara kedua yang diselenggarakan di Indonesia setelah di Jakarta pada bulan Mei lalu. Walaupun baru masuk Indonesia, sungguh besar apresiasi masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi di dalam bidang ini yang dibuktikan dengan banyaknya peserta dan kualitas ide yang dipaparkan.
         
          Startup Weekend sendiri adalah ajang bagi para developer, designer, marketer, product manager, beserta orang-orang yang memiliki talenta di berbagai bidang dan antusiasme berwirausaha, untuk berkumpul bersama, bertukar pikiran dan ide, membentuk tim, membangun produk dan meluncurkan Startup (usaha rintisan) baru selama akhir pekan dengan panduan konsep dari Startup Weekend NPO -Kauffman Foundation USA dan praktisi ahli dari Indonesia. Startup Weekend Indonesia termasuk dalam rangkaian Global Entrepreneurship Week Indonesia 2011.
           Fasilitator  acara ini adalah Nico Budianto, pendiri Indonesia Technopreneur Community. Sedangkan para mentor dan jurinya adalah Andi S. Boediman – partner Ideosource (venture capital untuk Digital Media startup) & pendiri IDS, Edward Ismawan Chamdani – partner Ideosource. Rian Kurniawan – Owner Oketoys & Finalist GEPI e-Del 2011, Greg Chen – CEO Outsource Indonesia & 40 Below 40 Fortune Magazine 2010, Budi Dewobroto – Partner Indotechnopreneur, dan Fadjar Hutomo – Sarana Jatim Ventura.
           Seru sekali kan dikelilingi orang-orang sukses! Dan mereka mau lho menginvestasikan dana kepada kita yang lolos menjadi finalis Startup Weekend tersebut. Langsung masuk ke masalahnya aja ya.. ehm, bukan masalah, tapi inti acaranya yaitu, Startup your project. lets go..
           Setelah melalui penentuan ide dan pengolahan ide, jadilah kelima finalis yang memiliki project: Paper Save, KonselorKarir.com, Akzara, TukarWaktu.com dan juga Virtual Private Server. Kelima finalis pun mencoba meyakinkan para dewan juri dari Sarana Jatim Ventura, Ideosource dan Outsource Indonesia untuk mau menanamkan modal di perusahaan startup yang sedang mereka jalankan.
           Setelah kelima perusahaan startup tadi mempresentasikan ide bisnisnya, terpilihlah Akzara sebagai pemenang. Perusahaan developer game iPad khusus balita yang mempunyai suatu sistem reporting khusus orang tua ini dinilai oleh dewan juri sebagai perusahaan yang paling layak mendapat apresiasi dan investasi.
       
           Agendanya seperti ini:
Jumat, 20 Mei 2011 (15.00 – 21.00 WIB)
Ideas Pitching : Paparan ide terbaik dari peserta agar menginspirasi peserta lain untuk bergabung menjadi timnya
Sabtu, 21 Mei 2011 (09.00 – 21.00 WIB)
Grouping : Fokus tim pada customer development, validating ideas, praktek LEAN Startup Methodologies, building a minimal viable product
Minggu, 22 Mei 2011 (10.00 – 17.00 WIB)
Launch Startup : Demo prototype, valuable feedback dari panel, fasilitator dan experts.
Penutupan : Acara ditutup dengan launching startup dari peserta

        Jadi, dalam 3 hari, kita dituntut membuat suatu proyek baru yang langsung dapat dikembangkan dan dijalankan dengan beberapa anggota tim saja. Menarik dan menantang kan?
Begitulah sedikit ulasan tentang Startup Weekend Surabaya yang berintegrasi pada Sartup Weekend seluruh dunia.
        Salam Berkarya.
        Salam Wirausaha.