“Tak ada seorang yang jelek. Tetapi hanyalah ada seorang yang terurus dan tidak terurus.”
Jumat, 16 Desember 2011 di kelas TC 103-104 Sistem Informasi ITS diadakan kuliah bersama mengenai Image and Character Building. Kata-kata khas itulah yang sedikit menggelitik hati ini untuk berkomentar.
Memang sulit untuk mempercayai kalimat tersebut pada awalnya. Namun, seiring penjelasan miss agatha yang mengisi jam kuliah tamu di jurusan Sistem Informasi kami, kami seakan dituntun untuk sedikit demi sedikit mempercayainya. Bagaimana tidak? Awalnya kami diperlihatkan beberapa sosok manusia yang pada awalnya bisa dikatakan biasa saja, setelah di make over dengan make up, potongan rambut, aksesoris dan hal-hal lain, beberapa sosok tersebut malahan memnbuat mata kami takjub. Betapa luar biasa perubahan mereka.
Jumat, 16 Desember 2011 di kelas TC 103-104 Sistem Informasi ITS diadakan kuliah bersama mengenai Image and Character Building. Kata-kata khas itulah yang sedikit menggelitik hati ini untuk berkomentar.
Memang sulit untuk mempercayai kalimat tersebut pada awalnya. Namun, seiring penjelasan miss agatha yang mengisi jam kuliah tamu di jurusan Sistem Informasi kami, kami seakan dituntun untuk sedikit demi sedikit mempercayainya. Bagaimana tidak? Awalnya kami diperlihatkan beberapa sosok manusia yang pada awalnya bisa dikatakan biasa saja, setelah di make over dengan make up, potongan rambut, aksesoris dan hal-hal lain, beberapa sosok tersebut malahan memnbuat mata kami takjub. Betapa luar biasa perubahan mereka.
Mungkin kadang kita merasa tidak nyaman dengan penampilan kita sendiri. Dan hal ini mungkin sering membuat performa kita sering tidak stabil. Mungkin ketika kita bertemu dengan seseorang, kita enggan menyapa. Bukan karena sombong. Namun karena ada rasa tidak pantas yang menyusup di hati. Tak perlu khawatir. Solusinya ada 2.
Sebelum berbicara tentang sulusinya, kita bahas dulu materinya miss agata. Beliau yang cantik itu mengajarkan kami bagaimana cara mengubah penampilan seorang yang biasa menjadi luar biasa. Beliau mengajarkan kami tentang bagaimana menyesuaikan pakaian dengan profesi tertentu. Bagaiman cara duduk dan berjalan yang benar. Memakai dasi yang tepat. Dan mengenakan kombinasi dari semua itu dengan serasi.
Setiap profesi dan keadaan tertentu memiliki gaya busana dan perilaku yang berbeda. Misal ketika kita bertemu dengan pegawai kita, maka kita sebisanya mungkin juga menggunakan pakaian yang pantas dan berperilaku layaknya bos agar pegawai kita tetap respek kepada kita. Berbeda jika kita bertemu dengan teman. Walaupun kita seorang bos dan teman kita adalah karyawan, jangan sampai kita menganggap rendah teman kita tersebut.
Selain perilaku, miss agata mengajar kami tentang bagaimana cara membuat seseorang merasakan keramahan kita walaupun sebelumnya belum pernah berpapasan, atau dengan kata lain pandangan pertama. Yaitu dengan cara bersalaman yang benar dan tersenyum ramah. Ada yang unik dari penjelasan miss agata. “Dari senyuman, kita bisa melihat orang tersebut tulus atau tidak atas keramahannya kepada kita.” Ketika senyuman bibir dibarengi dengan senyuman mata dengan ditandai dengan adanya ekor mata, saat itulah mereka tersenyum tulus.
Kembali ke sebelumnya tentang 2 solusi. Yang pertama, dengan make over secara fisik seperti yang sudah aku ceritakan di atas. Dan yang kedua, adalah dengan bersyukur. Dengan bersyukur, mata kita akan terbiasa melihat hanya hal-hal yang indah. Dan akhirnya, “ tak ada yang buruk di dunia ini. Namun, hanyalah berkah yang terhampar dari pojok ujung mata kanan sampai ujung mata kiri.
Apapun yang kita terima, sykurilah..
Semoga hidup kita menjadi lebih berkualitas dengan bertambhanya syukur kita.
Salam bahagia..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar