Minggu, 11 Desember 2011

Gak Cupkup diBayangkan Saja!!!

 
Pernahkah anda membangun rumah? Oh, sebentar,, Jika belum, bayangkan saja. Hehe.. Ketika kita mau membangun rumah, kita memanggil seorang arsitek. Lalu bersama seorang arsitek anda membuat konsep(kerangka) bangunan yang ingin kita buat.
Menyangkut kehidupan anda pernahkah anda merancang diri anda sendiri mau jadi seperti apa di masa yang akan datang ? Anda sendirilah perancang utama kehidupan anda entah anda menyadarinya atau tidak. sekarang anda "bayangkan diri anda sebagai permadani raksasa yang bisa di gelar dengan pola apapun sesuka anda setiap hari anda tambahkan benang pengalaman manis, pahit ,getir ,mendebarkan ,mengecewakan , ke putus asaan , bersemangat ke dalam tenunannya......Apakah anda akan membangun tirai penghalang untuk bersembunyi di belakangnya ? atau anda akan membuat "permadani ajaib" yang akan membawa anda ke ketinggian yang tiada tara. Atau anda akan merubah rancangannya sehingga ingatan-ingatan yang memberdayakan andalah yang menjadi pusat maha karyanya.
Apabila jin' bola lampu ajaib mendatangi anda, anda tinggal menyerahkan proposal kehidupan yang anda inginkan. Atau anda masih bingung apa sebenarnya yang anda inginkan ? dengan jalan apa bisa saya wujudkan ? buatlah peta kehidupan dari tujuh sisi intelektual, financial, sosial ,estetic, fisic ,spiritual ,emosional......yang benar-benar anda inginkan. apakah tulisan ini perlu di lanjutkan ? bagaimana membuat" peta hidup" sebagai proposal diri anda pribadi ?
Mulailah mengejar impian sedini mungkin ... !
“Sebuah workbook yang inspiratif dan memandu tuk menyusun rencana hidup kita demi menggapai kesuksesan”
            Tuhan, Inilah Proposal Hidupku … Itulah sebuah buku (bisa dikatakan sebuah workbook) yang ditulis oleh Jamil Azzaini dan harus kubeli. Proposal hidup ? Apakah itu? Aku sangat penasaran. Yang kuketahui adalah proposal kegiatan karena aku terbiasa ikut serta merampungkan proposal kegiatan di sekolah dulunya.
            Mengapa ada proposal hidup ?
        Karena untuk membuat sebuah acara dua hari bahkan setengah hari saja membutuhkan proposal. Mengapa untuk hidup kita yang berjalan puluhan tahun tidak membuat proposal ? itulah pertanyaan yang menyadarkan kita sebagai aktivis di organisasi. Jadi, jangan biarkan hidup kita mengalir tanpa tujuan, impian atau cita-cita untuk menggapai kesuksesan.
Proposal Hidup menuntun kita untuk mengerti tentang betapa berharganya diri kita sendiri. Sekali lagi, bukan atas dasar narsistis, melainkan penghargaan self awareness yang sering terabaikan, bahkan oleh masing-masing pribadi.
Eittss.. jangan senang dulu. Jangan kira setelah menulis, hidup kita tiba-tiba berubah, tercapainya target atau jadi kaya. Orang hebat ataupun orang sukses itu bukan karbitan! Proposal hidup hanya bekal. Sisanya, tentu saja konsistensi, motivasi dan yang terpenting adalah usaha keras.
Azzaini berbagi keutamaan hidup teratur dengan kita. Filosofi ?biarlah hidup mengalir seperti air’ boleh diyakini, tapi ada baiknya kita sendirilah yang mulai mengatur hidup. Tulisan dalam proposal hidup adalah motivasi, our own direction, supaya kita tidak lupa tujuan utama dalam hidup.
Dan proposal itu dibuat tuk meraih prestasi tertinggi di hadapan Allah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar