Ya Allah, izinkanlah kami hidup 1 hari lagi untuk berbuat yang terbaik dan bermanfaat.
Minggu, 11 Desember 2011
Imperium III - Semoga Jadikan Indonesia Emas
Imperium III : Zaman Kebangkitan Besar
Bangsa yang besar juga mempelajari peradaban bangsa besar sebelumnya. Semoga kita berkesempatan membaca buku yang luar biasa ini. Agar negeri ini menjadi negeri besar yang menjadikan orang-orang nyaman bernaung dipelukannya.
Imperium III adalah ide tentang bangsa-bangsa terunggul, dan manusia-manusia terbesar di dunia. Lihatlah kehidupan bangsa besar lain, jika tak bisa lebih baik, cukup tiru saja cara-caranya dengan beberapa pengembangan. Kita rakyat Indonesia yang berkelimpahan SDA tapi masih menderita. Cobalah sedikit tengok ke buku ini. Akan ada banyak cahaya kehidupan didalamnya.
Buku ini menceritakan bagaimana bangsa-bangsa terunggul di dunia diciptakan, sejarahnya, titik kebangkitannya, dan masa saat mereka menguasai dunia. Kedua, bagaimana manusia-manusia terunggul di dunia diciptakan, para pemimpin terbesar, orang-orang paling genius, serta pengusaha-pengusaha terkaya di dunia. Intinya adalah menemukan rahasia menciptakan peradaban dan manusia-manusia terunggul di dunia.
Kisahnya merentang sepanjang lebih dari 1 milenia, dari peradaban Islam sampai Superpower Amerika dan "keajaiban" ekonomi Jepang. Dari zaman jahiliyah sampai era information technology. Dari Nabi Muhammad sampai John F. Kennedy. Dari Leonardo da Vinci, Newton, sampai Einstein. Dari Rockeffeler sampai Bill Gates dan Jack Welch. Dari Mesin Cetak, sampai Wikipedia.
Ide ini dirangkai oleh Eko Laksono, semoga jadi orang besar yang selalu belajar untuk kemajuan negeri ini. Mungkin kita dan nanti banyak lagi orang yang mulai belajar, maka tidak bisa dipungkiri dunia akan berubah menjadi lebih baik. Seperti peradaban-peradaban besar lainnya ketika mereka mulai belajar. Renaissance Italia, Revolusi Sains Inggris, Restorasi Meiji (Meiji Ishin) Jepang, dan tentu saja, Kebangkitan Nasional Indonesia 1908. Mungkin nanti, bila waktunya telah tiba, sesuatu yang besar akan terjadi lagi. Semoga Indonesia menjadi seperti apa yang pernah dikatakan Bung Karno," Indonesia mercusuiar dunia."
Ulang Tahun Menambah Komitmen?
Setiap berulang tahun, kita mengucap doa, “Semoga sealu sehat dan panjang umur.” Panjang umur yang seperti apa? Aneh kan??
Umur harapan hidup masyarakat Indonesia adalah 70 tahun. Banggakah bila umur panjang? Eits.. jangan keburu bangga hati, karena angka 70 tahun bisa jadi penyesalan bila hanya dilihat sebatas jumlah tahun yang berhasil dilalui. Bagi saya, buat mencapai usia 70 atau 80, bila angka itu hanya untuk menyenangkan hati dokter yang berhasil menarik mulur usia seseorang (kasarnya, menahan waktu kematian). Padahal kenyataannya, sang manula menjadi beban bagi orang – orang di sekitarnya; di kursi roda, sakit kencing manis berujung pada stroke, dan pikun sejak usia 60. Jangan ditanya berapa jumlah biaya ‘life maintenance’ yang dikeluarkan anak – anak dan menantunya. Sekilas memangrasanya tidak sopan jadi begitu perhitungan terhadap orang tua. Tapi sangat perih juga ketika membandingkan ongkos rawat dan biaya obat yang bisa jadi lebih mahal daripada biaya menyekolahkan tiga cucunya diabangku SMA.
“Jangan jadikan kami beban bagi anak cucu...” Nyatanya, kakek tersebut tetap sakit-sakitan dimasa senjanya. Bayangkan itu kita sendiri, 50 tahun dari sekarang, 60 tahun dari sekarang. Uang yang dikumpulakan selama bertahun – tahun(udah kerja), bekerja keras tambah lembur, ditambah mengorbankan waktu dan tubuh, akhirnya sekadar jadi tabungan untuk masuk ICU di hari tua. Ironis. Kita mengorbankan kesehatan di hari muda demi uang. Di hari tua, Kita korbankan pula uang yang dengan susah payah dikumpulkan demi meraih kembali kesehatan Kita. Gali lobang, tutup lobang. Waktu habis terbuang percuma......
Euforia berjalan di mal dan tebaran aneka makanan yang mengoda mata begitu mudah menggelitik saraf kecanduan. Bahkan parahnya, akal sehat bisa diajak berkompromi. Ucapan, “Ah, kan enggak sering-sering amat...kan, Cuma sebulan sekali...” akhirnya membuat otak menyerah pasrah tanpa syarat. Dengan pola makan serampangan, ditambah pola tidur (begadangan), sama saja dengan menyiksa anak-anak kita kelak ketika kita renta.
Tambah umur, bukan selalu tambah komitmen. Jangan salah. Justru anak 7 tahun yang bercita – cita belajar naik sepeda roda dua jauh lebih berkomitmen daripada yang 47 tahun. Padahal, dua orang itu menghadapi resiko yang sama : jatuh babak belur, nabrak tiang listrik, salah gowes masuk got, atau terserempet motor malang melintang, tapi yang 7 tahun itu dalam waktu 3 hari sudah mahir naik sepeda. Sedangkan yang 47 tahun, selama 3 hari masih menimbang-nimbang untung ruginya : Kalau jatuh patah tulang gimana? Kan, enggak punya ansuransi. Kalau lengan ikut lecet, wah... nanti “cacat” terus enggak bisa pakai baju u-can-see lagi dong? hahaha
Kadang mendidik remaja dan anak belia untuk HIDUP SEHAT jauh lebih menyenangkan. Bagi mereka, untuk bisa naik sepeda adalah goal yang begitu menantang. Resiko? Pasti ada. Goal dan resiko kan suadara kembar. Tinggal yang mana diberi ‘makan’ lebih banyak dan lebih sering setiap harinya. Dialah yang menang. Bila resiko yang menang, maka goal ketinggalan mimpi. Dan berbagai alasan muncul sebagai drama, dengan bertambahnya usia tentu. How abaout you?
SELAMAT HIDUP YA!!! :)
”Bukankah dunia ini hanyalah permainan & senda gurau?” Q.S. Al-an’am:32.
Di zaman modern ini, makin banyak orang terutama perempuan, yang merasa takut menghadapi pertambahan usia. Kebahagian merayakan ulang tahun di masa kanak-kanak dan remaja, berganti menjadi kecemasan di saat dewasa. Bener kan??
Ketakutan dan kecemasan terkait pertambahan usia biasanya muncul karena kecantikan yang memudar akibat penuaan, tidak mau bergantung pada orang lain, dan ngeri membayangkan kematian. Banyak juga yang membayangkan saat tua nanti akan didera berbagai penyakit berat, sehingga kualitas hidup menurun dan hidup jadi tak nyaman. Bagi yang sudah berkeluarga, masa tua menjadi menakutkan mungkin karena tidak berani membayangkan hidup sendiri tanpa pasangan atau anank-anak.
Ketakutan dan kecemasan akan pertambahan usia menurut saya wajar, apalagi pada masyarakat yang mengagung-agungkan kemudaan (youth). Orang yang awet muda dikagumi, sedangkan yang terlihat lebih tua daripada usia sebenarnya biasa dipergunjingkan. Berbagai produk yang berlabel anti-aging atau age-defying laku keras. Kerut dan uban dianggap musuh sampai harus dibasmi dengan berbagai ramuan, prosedur bedah, suntikan, hingga yang umum seperti cat rambut. Padahal, pertambahan usia beserta dengan berbagai perubahanya dalah hal yang wajar serta alamiah. Semua manusia akan bertambah tua dan pada akhirnya akan mati. Ada istilah aging gracefully, yang menurut saya sangat tepat. Pertambahan usia hendaknya dirayakan, bukan hanya dengan mebeli kue ulang tahun, mengundang teman-teman makan bersama, menyambut tengah malam menjelang pergantian usia di klub, atau membeli barang-barang mahal, melainkan juga dengan melakukan refleksi untuk menjadikan hidup ini lebih bermakna setiap detiknya.
Ada seorang teman (mantan :D) yang menjadikan setiap ulang tahunnya sebagai awal resolusi pengembangan diri pribadi. Misalnya, membuat rencana untuk melanjutkan studi, lebih banyak beramal, organisasi sosial, atau yang sederhana seperti belajar memasak.
Ada juga yang mereyakan ulang tahunnya seorang diri, dan membuat catatan berbagai pencapaian yang telah ia raih di satu tahun terakhir. Dua aktivitas ulang tahun yang tidak biasa, tapi sangat personal dan berarti.
Seharusnya setiap orang bukan merayakan ulang tahun, tetapi merayakan hidup. Karena HIDUP di sini berarti merayakan diri sendiri, orang lain, dan kehidupan sebagai perayaan yang meriah, ceria dan penuh makna, maka kebahagian akan datang bersama perayaan tersebut.
Buat hidup menjadi lebih bervariasi dengan mencoba berbagai aktivitas baru, berkunjung ke tempat-tempat baru, dan bertemu dengan orang-orang baru. Tidak ada kata terlambat. Percayalah, karena kakek saya baru bisa naik mobil setelah renta. Beranilah mecoba...
Yang tak kalah penting dalam kehidupan kita sehari-hari adalah belajar mengenali serta mengelola stres. Salah satu hal yang paling memengaruhi kondisi kesehatan manusia baik fisik maupun mental adalah stres. Jika Anda merasa cepat lelah, mudah sakit, gampang marah, atau menangis karena hal-hal sepele, kemungkinan Anda tengah dilanda stres. Lakukan relaksasi, bicarakan dengan teman dankeluarga serta take a break dengan mengambil cuti bagi yang kerja dan liburan (mahasiswa juga boleh). Jangan lupa kenali sumber stres Anda, dan belajar untuk mengatasinya secara tuntas
Terakhir, cobalah untuk santai dalam menjalani hidup. Membuat rencana dan to-do-list itu baik, tapi menimati hidup itu lebih penting. Seperti ungkapan John lennon yang sangat terkenal : Life is what happens when you are busy making other plans.
Nikmatilah hidupmu.. karena dalam Al-Qur’an,”Bukankah dunia ini hanyalah permainan & senda gurau?” Al-an’am:32.
Langganan:
Postingan (Atom)


