Senin, 07 November 2011

10 % kuliah. Sudut Pandang Kegelapan Semu



7 Nopember 2011. Disaster! “Apakah algoritma itu? “, Senyap. “Apakah pemrogaman?”, Hening. “Lalu, apakah alpro?” Sepi. “Jangan-jangan kalian tidak tahu apa itu diskrit?” ungkap Pak Mukhlason seorang dosen Matematika Diskrit yang akrab dipanggil dengan Cak Son saat mengajar jurusan Sistem Informasi kelas D angkatan 2011. Hanya terdengar suara Cak Son yang bergetar di dalam kelas yang biasa ramai itu. Betapa mengiris hati suaranya, “Jika kalian tidak tahu apa itu Matematika Diskrit, lalu 9 minggu ini kalian belajar apa denganku?”

Realita kehidupan mahasiswa sekarang tak jauh berbeda dari hal seperti itu. Saat ini kita (mahasiswa) jarang sekali yang berniat belajar dengan serius. Adapun kuliah kadang hanya untuk bergaya dan pamer. 

Jarang ada mahasiswa yang ketika kuliah telah memiliki impian 10 tahun kedepan sebagai navigasi kemana arah perjalanan hidup ini. Karena tidak adanya hasrat untuk menjadi apa inilah, banyak mahasiswa yang ketika belajar sering merasa down (jenuh, bosan, malas, dll). Alih-alih belajar dengan giat. Malahan sering kita tidak mengerti apa yang sedang kita pelajari seperti kutipan dialog diatas. 

“Biarlah mengalir seperti air.” Kata mereka. Datang kuliah, duduk, bercengkrama dengan teman dan sesekali menoleh ke arah dosen untuk sambilan obrolan. Mungkin sedikit berlebihan. Tapi, begitulah realitanya. Begitulah rutinitas mahasiswa kekinian yang mengikut paham mengalir seperti air yang salah.

Walaupun air mengalir mengikuti lengkokan tanah, aliran air tetap meiliki tujuan akhir, yaitu laut atau samudra. Inilah yang terlewatan dari pola pikir kita. Hanya mengalir tanpa tujuan yang jelas yang berakhir tanpa kejelasan. 

90% mahasiswa indonesia memiliki pola pikir rekreasi. Jalan-jalan, nongkrong, dan nonton. Gaya hidup mahasiswa yang cenderung kurang tepat inilah yang baru menjadi tren di masa global ini. Walaupun hiburan itu perlu, sepertinya akan lebih bijak jika mengetahui porsi secara tepat untuk rehat diri.

10 tahun kedepan, hanyalah terdapat segerombol sarjana yang kerjanya hanyalah nongkrong, main, dan lain-lain sebagaimana aktivitas mereka ketika kuliah. Kenapa tidak kerja? Tanyakan saja pada mereka 10 tahun kedepan. Jangan-jangan sekarang malahan sudah ada panen sarjana berprofesi ahli nongkrong dan sebagainya?

Bagaiman wajah Indonesia kita tercinta ini di masa akan datang jika kita sebagai mahasiswa hanyalah senang bermain-main? 

Selagi masih dalam tahap belajar (belajar kan seumur hidup), marilah berbebah diri dengan menyelaraskan niat untuk kemajuan negeri ini.

Dan milikilah beberapa impian yang baik untuk diri kita, keluarga kita, dan bangsa kita tercinta ini. Hidup Indonesia!!!

2 komentar:

  1. Bagaimana dengan anda?
    Akan menjadi apakah anda 10 tahun kedepan?
    denysipengusahahaha, usaha apa?

    BalasHapus
  2. pengusaha property(semoga benar) dan kuliner. amin.

    BalasHapus