Senin, 19 Desember 2011

Mau Sukses? Sekaranglah Saatnya!


Kemarin (19/12) di hotel Fortune Surabaya penuh dengan peserta seminar Entrepreneur University yang dimotori oleh Purdi E. Chandra, pendiri Primagama yang terkenal dengan taglinenya" Cara Gila Jadi Pengusaha." Seminar yang dimulai pukul 19.30 itu dibawakan oleh Fauzan T. Hananto, seorang alumni ITS jurusan DKV. Dengan segudang prestasi dalam hal bisnis maupun tidak, dia menjadi mentor bisnis malam itu.

Fauzan T. Hananto adalah seorang pengusaha muda yang core bisnisnya adalah Plan net desain yang berdomisili di Rungkut surabaya. Begitu banyaknya perusahaan negeri dan mancanegara yang menjadi kliennya. Proyek terakhirnya senilai 22 M yang digelontorkan oleh pelanggannya Unilever.

Materi yang dibawakan oleh Mas Fauzan berkisar antara narsis berbisnis, perubahan paradigma bisnis, dan tak ketinggalan motivasi untuk bisnis yang luar biasa menginspirasi.

"Bisnis itu perlu narsis." Walaupun kadang kita belum punya bisnis, kita bisa bilang kepada teman-teman dan masyarakat sekitar bahwa kita sedang berbisnis. Adapun jika kita mendapat order, kita harus bilang,"BISA." Kemudian kita cari orang yang bisa melakukannya untuk kita. sesimple itu lah bisnis. Istilah kerennya kita itu trader. Menyambungkan produsen dan konsumen.

"1,2 M adalah harga belajarku untuk menjadi pengusaha seperti sekarang." Dari ditipu orang, karyawan, relasi bisnis, proyek gagal, dan ketidaksiapan sistem muncullah akumulasi nilai belajar minimal 1,2 M. Banyakkah? Dia bilang, "Kesuksesanku memiliki harga lebih dari itu."

Dulu, setiap ada kesempatan, dia langsung mengiyakan apapun kesempatan itu. Maka jadilah dia memiliki bisnis dari A-Z pada waktu yang bersamaan. Dalam pembelajaran tersebut, bisnisnya bangkrut dari sedikit demi sedikit sampai tinggal core bisnisnya PlanNet Desain. Dari situ ia belajar, bisnis boleh banyak dan boleh membuka bisnis baru asalkan kita telah membuat sistem bisnis yang stabil terlebiih dahulu. Tanpa sistem, perlahan bisnis-bisnis tersebut dapat dipastikan akan hilang satu demi satu.

Untuk penutup malam itu, kita diputarkan beberapa video yang sangat memotivasi. Film yang berkisah tentang perjuangan untuk pantang menyerah dalam meraih impian. Jika mereka bisa, tentunya kita juga bisa teman.

Untuk videonya, kita bahas di post selanjutnya.. oke.. :D

Semangat pagi.
Salam sukses dan mulia.
Semoga Allah selalu menyertaimu dalam setiap langkah kita.
Let's go to succes..

Aku Kelinci yang konsisten!


Pernah dengar cerita tentang dongeng Kelinci dan Kura-kura bukan? Aku yakin semua orang pernah mendengar dongeng masa kecil ini.
Ini adalah kisah perlombaan antara kelinci dan kura-kura. Kelinci, karena merasa puas telah meinggalkan kura-kura jauh dibelakang dalam waktu yang singkat begitu perlombaan dimulai, akhirnya memutuskan untuk tidur siang sebentar. Kelinci itu berpikir bahwa kura-kura tidak akan memiliki kesempatan untuk menang karena kelinci akan lari lagi setelah bangun dari tidurnya. Kelinci tersebut sangat yakin akan dapat mengalahkan si kura-kura. Sementara itu, kura-kura secara perlahan dan terus-menerus melewati kelinci yang masih beristirahat. Langkah demi langkah, merangkak perlahan, kura-kura pun mendekati garis akhir. Ketika kelinci terbangun, kura-kura sudah berada jauh di depan, mendekati garis akhir. Kelinci berniat berlari secepat mungkin. Tetapi, sudah terlambat. Kura-kura akhirnya memenangkan perlombaan. To be continued(new version)
Moral dari cerita ini adalah “perlahan dan terus-menerus” akan dapat memenangkan perlombaan.
Cerita ini dikisahkan oleh guru-guru di seluruh dunia kepada setiap anak yang memasuki sekolah taman kanak-kanak. Perlahan dan terus-menerus akan memenangkan perolombaan. Kita tidak harus cepat karena selama kita bekerja terus-menerus, pada akhirnya kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan. Dan sebagai anak kecil kita setuju.
Sekarang, pertanyaannya adalah: Apa yang akan terjadi dalam cerita ini jika kelinci tersebut tidak berhenti untuk beristirahat? Apa yang akan terjadi jika kelinci berlari secepatnya dari awal perlombaan sampai mencapai garis akhir? Dapatkah kura-kura mengejarnya?
Nah, meskipun aku diajari oleh guru sekolah taman kanak-kanak bahwa menjadi kura-kura adalah baik, aku tetap memilih menjadi kelinci. Aku memilih menjadi kelinci yang selalu berlari secepat mungkin dan tidak beristirahat sebelum mendapatkan apa yang saya inginkan. Tidak ada kura-kura mana pun, yang giat dan rajin, daoat mengejarku.
Memang benar bahwa perlahan dan terus-menerus akan menyelesaikan perlombaan. Tetapi, juga benar bahwa “cepat dan konsisten” akan menag lebih dahulu.
Oleh karena itu, sementara orang lain diberitahu untuk menjadi kura-kura yang giat bekerja dan rajin, kita dapat memilih menjadi kelinci yang berlari cepat dan berhenti hanya kerika sudah mencapai apa yang kita inginkan.
Kita akan menang. Insyaallah dijamin.

Is She Miss PERFECT??? (Not Related)

“Tak ada seorang yang jelek. Tetapi hanyalah ada seorang yang terurus dan tidak terurus.”

Jumat, 16 Desember 2011 di kelas TC 103-104 Sistem Informasi ITS diadakan kuliah bersama mengenai Image and Character Building. Kata-kata khas itulah yang sedikit menggelitik hati ini untuk berkomentar.
 Memang sulit untuk mempercayai kalimat tersebut pada awalnya. Namun, seiring penjelasan miss agatha yang mengisi jam kuliah tamu di jurusan Sistem Informasi kami, kami seakan dituntun untuk sedikit demi sedikit mempercayainya. Bagaimana tidak? Awalnya kami diperlihatkan beberapa sosok manusia yang pada awalnya bisa dikatakan biasa saja, setelah di make over dengan make up, potongan rambut, aksesoris dan hal-hal lain, beberapa sosok tersebut malahan memnbuat mata kami takjub. Betapa luar biasa perubahan mereka.
Mungkin kadang kita merasa tidak nyaman dengan penampilan kita sendiri. Dan hal ini mungkin sering membuat performa kita sering tidak stabil. Mungkin ketika kita bertemu dengan seseorang, kita enggan menyapa. Bukan karena sombong. Namun karena ada rasa tidak pantas yang menyusup di hati. Tak perlu khawatir. Solusinya ada 2.
Sebelum berbicara tentang sulusinya, kita bahas dulu materinya miss agata. Beliau yang cantik itu mengajarkan kami bagaimana cara mengubah penampilan seorang yang biasa menjadi luar biasa. Beliau mengajarkan kami tentang bagaimana menyesuaikan pakaian dengan profesi tertentu. Bagaiman cara duduk dan berjalan yang benar. Memakai dasi yang tepat. Dan mengenakan kombinasi dari semua itu dengan serasi.
Setiap profesi dan keadaan tertentu memiliki gaya busana dan perilaku yang berbeda. Misal ketika kita bertemu dengan pegawai kita, maka kita sebisanya mungkin juga menggunakan pakaian yang pantas  dan berperilaku layaknya bos agar pegawai kita tetap respek kepada kita. Berbeda jika kita bertemu dengan teman. Walaupun kita seorang bos dan teman kita adalah karyawan, jangan sampai kita menganggap rendah teman kita tersebut.
Selain perilaku, miss agata mengajar kami tentang bagaimana cara membuat seseorang merasakan keramahan kita walaupun sebelumnya belum pernah berpapasan, atau dengan kata lain pandangan pertama. Yaitu dengan cara bersalaman yang benar dan tersenyum ramah. Ada yang unik dari penjelasan miss agata. “Dari senyuman, kita bisa melihat orang tersebut tulus atau tidak atas keramahannya kepada kita.” Ketika senyuman bibir dibarengi dengan senyuman mata dengan ditandai dengan adanya ekor mata, saat itulah mereka tersenyum tulus.
Kembali ke sebelumnya tentang 2 solusi. Yang pertama, dengan make over secara fisik seperti yang sudah aku ceritakan di atas. Dan yang kedua, adalah dengan bersyukur. Dengan bersyukur, mata kita akan terbiasa melihat hanya hal-hal yang indah. Dan akhirnya, “ tak ada yang buruk di dunia ini. Namun, hanyalah berkah yang terhampar dari pojok ujung mata kanan sampai ujung mata kiri.
Apapun yang kita terima, sykurilah..
Semoga hidup kita menjadi lebih berkualitas dengan bertambhanya syukur kita.
Salam bahagia..