Selasa, 22 November 2011

Kau Kemanakan Janjimu Kawan?


“Aku maju denganmu ya.” Ketika mengetahui untuk remidi mata kuliah matematika diskrit diganti 2 orang- 2 orang setiap orang mencoba memilih pasangan sendiri-sendiri secara acak. Dan kebanyakan dari kita mengatakan setuju. Tetapi kasusnya tidak sesimple mengetuk pintu. Keadaan waktu itu adalah urutan untuk tes lisan mata kuliah tersebut sudah tidak terpaut dengan daftar urut maju. Ya karena Bapak Mukhlason berbaik hati untuk mengizinka untuk tes sepasang-sepasang yang mulanya individu.
Di satu sisi hal itu membawa kebaikan, juga membawa masalah lho. Buktinya, kemaren ada banyak teman-teman saya yang bertengkar karena merasa antriannya telah di sela orang lain(Karena ditinggal mengikuti mata kuliah lain) dan di satu sisi lain juga ada beberapa orang yang rela membolos mata kuliah tertentu dan menunggu dari jam 7 pagi.
Karena kejenuhan dan kebosanan yang luar biasa hebat dari menunggu berhari-hari antrian (mulai minggu lalu), tak pelak perseturuan antara dua kubu pun pecah. Siapa yang memenangkan untuk maju tes terlebih dahulu? 

Beberapa orang yang meninggalkan antrian adalah kebanyakan cewek. Dan kebanyakan dari yang rela menunggu dari jam 7 pagi sampai sore adalah mayoritas cowok. Tentunya si cewek-cewek tersebut datangnya kurang dari jam 7 dan meninggalkan antrianya.

Setengah hari pun berjalan. Bapak Mukhlason beristirahat sejenak. Dan masalahnya mulai muncul dari sini. Sebagian besar yang bertahan tetap menunggu adalah cowok. Ketika sesi tes lisan dibuka lagi, antrian berikutnya masuk. Dan beberapa cowok yang antriannya di tengah-tengah tetap menunggu sambil berharap bahwa antrian sebelumnya tak pernah kembali mengantri.

Ketika tidak ada yang mengantri lagi dan sepasang cowok tersebut mau maju, datanglah beberapa orang cewek yang memiliki no. antrian awal. Dan inilah masalahnya. Si Cewek ingin maju duluan. 
Tetapi si cowok juga tidak mau kalah beserta alasannya.

Ketika mengetahui  bahwa cara maju tesnya sepasang-2, mereka pun berebut pasangan dan saling mengingkari janji dengan pasangan sebelumnya. “Maaf ya bro. Aku ma ini aja.”

Dan akhirnya si cewek lah yang menang dikarenakan tak tahannya beberapa cowok yang rela menunggu dari pagi jam 7 sampai petang sore oleh rengekan beberapa cewek yang mulai sembab.
“Akulah seorang pria. Ya udah, kamu maju aja sana.” Dan hari itu, beberapa cowok telah menunggu 1 hari penuh + 1 minggu sebelumnya dengan tanpa hasil.

Dari hal tersebut, mereka mengerti sesuatu. “Tak ada yang pasti kawan. Hanyalah perubahan dan kematian yang pasti. Maka, Janganlah mengharapkan sesuatu yang tidak pasti terlalu berlebihan.”

Maaf ya.. aku belum punya fotonya. Jadi yang kupake foto antrian sembako. hehehe
Semoga kita menjadi insan yang tetap mulia dikala sedih maupun senang. :D
Salam sukses ya..    

1 komentar:

  1. Banyak kisah seru ya dibalik antrian menunggu kebaikan dari cak Son.
    Dari mulai perseteruan, jadi saling kenalan, jadi saling belajar bareng, jadi ngomongin mimpi, samape bikin proyek property yang aku kira dagang meja. :p
    Sampe ada yang mindahin pigura obama dari ujung seberang ke tempat pigura awal di sebelah pintu, didinding yang ada tempelan list anak-anak yang maju.
    Ckckck.
    #Pengalaman yang tak terlupakan

    BalasHapus