Berikut adalah file presentasi dimana isinya tentang seberapakah besar arti mimpi kita dalam hidup kita. Karena mimpi adalah arah yang akan membimbing kita dalam memperjuangkan hidup ini, bermimpilah besar yang bermanfaat.
Setelahnya, kita harus melakukan sesuatu untuk mencapai mimpi tersebut dengan hasrat yang kuat. Tanpa hasrat, kita tidak akan pergi kemana-mana.
Di bagian akhir, saya sertakan background kondominium/apartemen yang ceritanya sudah ada di postingan sebelumnya. Di slide tersebut juga ada gambar seorang bayi yang menceritakan tentang perjuangan seorang ibu dengan hasrat yang kuat untuk melahirkan anak kesayangannya.
Intinya, kita memerlukan :
1. Mimpi- nilai kehidupan kita
2. Tindakan -untuk mencapai mimpi
3. Hasrat- bahan bakar tindakan
semoga bermanfaat.
terima kasih.
Ya Allah, izinkanlah kami hidup 1 hari lagi untuk berbuat yang terbaik dan bermanfaat.
Senin, 09 Januari 2012
Senin, 19 Desember 2011
Mau Sukses? Sekaranglah Saatnya!
Kemarin (19/12) di hotel Fortune Surabaya penuh dengan peserta seminar Entrepreneur University yang dimotori oleh Purdi E. Chandra, pendiri Primagama yang terkenal dengan taglinenya" Cara Gila Jadi Pengusaha." Seminar yang dimulai pukul 19.30 itu dibawakan oleh Fauzan T. Hananto, seorang alumni ITS jurusan DKV. Dengan segudang prestasi dalam hal bisnis maupun tidak, dia menjadi mentor bisnis malam itu.
Fauzan T. Hananto adalah seorang pengusaha muda yang core bisnisnya adalah Plan net desain yang berdomisili di Rungkut surabaya. Begitu banyaknya perusahaan negeri dan mancanegara yang menjadi kliennya. Proyek terakhirnya senilai 22 M yang digelontorkan oleh pelanggannya Unilever.
Materi yang dibawakan oleh Mas Fauzan berkisar antara narsis berbisnis, perubahan paradigma bisnis, dan tak ketinggalan motivasi untuk bisnis yang luar biasa menginspirasi.
"Bisnis itu perlu narsis." Walaupun kadang kita belum punya bisnis, kita bisa bilang kepada teman-teman dan masyarakat sekitar bahwa kita sedang berbisnis. Adapun jika kita mendapat order, kita harus bilang,"BISA." Kemudian kita cari orang yang bisa melakukannya untuk kita. sesimple itu lah bisnis. Istilah kerennya kita itu trader. Menyambungkan produsen dan konsumen.
"1,2 M adalah harga belajarku untuk menjadi pengusaha seperti sekarang." Dari ditipu orang, karyawan, relasi bisnis, proyek gagal, dan ketidaksiapan sistem muncullah akumulasi nilai belajar minimal 1,2 M. Banyakkah? Dia bilang, "Kesuksesanku memiliki harga lebih dari itu."
Dulu, setiap ada kesempatan, dia langsung mengiyakan apapun kesempatan itu. Maka jadilah dia memiliki bisnis dari A-Z pada waktu yang bersamaan. Dalam pembelajaran tersebut, bisnisnya bangkrut dari sedikit demi sedikit sampai tinggal core bisnisnya PlanNet Desain. Dari situ ia belajar, bisnis boleh banyak dan boleh membuka bisnis baru asalkan kita telah membuat sistem bisnis yang stabil terlebiih dahulu. Tanpa sistem, perlahan bisnis-bisnis tersebut dapat dipastikan akan hilang satu demi satu.
Untuk penutup malam itu, kita diputarkan beberapa video yang sangat memotivasi. Film yang berkisah tentang perjuangan untuk pantang menyerah dalam meraih impian. Jika mereka bisa, tentunya kita juga bisa teman.
Untuk videonya, kita bahas di post selanjutnya.. oke.. :D
Semangat pagi.
Salam sukses dan mulia.
Semoga Allah selalu menyertaimu dalam setiap langkah kita.
Let's go to succes..
Aku Kelinci yang konsisten!
Pernah dengar cerita tentang dongeng Kelinci dan Kura-kura bukan? Aku yakin semua orang pernah mendengar dongeng masa kecil ini.
Ini adalah kisah perlombaan antara kelinci dan kura-kura. Kelinci, karena merasa puas telah meinggalkan kura-kura jauh dibelakang dalam waktu yang singkat begitu perlombaan dimulai, akhirnya memutuskan untuk tidur siang sebentar. Kelinci itu berpikir bahwa kura-kura tidak akan memiliki kesempatan untuk menang karena kelinci akan lari lagi setelah bangun dari tidurnya. Kelinci tersebut sangat yakin akan dapat mengalahkan si kura-kura. Sementara itu, kura-kura secara perlahan dan terus-menerus melewati kelinci yang masih beristirahat. Langkah demi langkah, merangkak perlahan, kura-kura pun mendekati garis akhir. Ketika kelinci terbangun, kura-kura sudah berada jauh di depan, mendekati garis akhir. Kelinci berniat berlari secepat mungkin. Tetapi, sudah terlambat. Kura-kura akhirnya memenangkan perlombaan. To be continued(new version)
Moral dari cerita ini adalah “perlahan dan terus-menerus” akan dapat memenangkan perlombaan.
Cerita ini dikisahkan oleh guru-guru di seluruh dunia kepada setiap anak yang memasuki sekolah taman kanak-kanak. Perlahan dan terus-menerus akan memenangkan perolombaan. Kita tidak harus cepat karena selama kita bekerja terus-menerus, pada akhirnya kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan. Dan sebagai anak kecil kita setuju.
Sekarang, pertanyaannya adalah: Apa yang akan terjadi dalam cerita ini jika kelinci tersebut tidak berhenti untuk beristirahat? Apa yang akan terjadi jika kelinci berlari secepatnya dari awal perlombaan sampai mencapai garis akhir? Dapatkah kura-kura mengejarnya?
Nah, meskipun aku diajari oleh guru sekolah taman kanak-kanak bahwa menjadi kura-kura adalah baik, aku tetap memilih menjadi kelinci. Aku memilih menjadi kelinci yang selalu berlari secepat mungkin dan tidak beristirahat sebelum mendapatkan apa yang saya inginkan. Tidak ada kura-kura mana pun, yang giat dan rajin, daoat mengejarku.
Memang benar bahwa perlahan dan terus-menerus akan menyelesaikan perlombaan. Tetapi, juga benar bahwa “cepat dan konsisten” akan menag lebih dahulu.
Oleh karena itu, sementara orang lain diberitahu untuk menjadi kura-kura yang giat bekerja dan rajin, kita dapat memilih menjadi kelinci yang berlari cepat dan berhenti hanya kerika sudah mencapai apa yang kita inginkan.
Kita akan menang. Insyaallah dijamin.
Langganan:
Postingan (Atom)

