Ketika saya mendatangi beberapa acara konferensi atau acara penerbitan buku, kadang beberapa orang bercerita bahwa mereka juga ingin menulis buku. "Bagaimana cara memulai?" tanya mereka.
"Berapa banyak tulisan yang sudah Anda buat?" jawab narasumber. Sebagian menyebut-nyebut artikel atau tulisan lain yang sedang mereka tulis, dan narasumber hanya mencoba menyemangati mereka, tetapi juga sering terjadi mereka menjawab malu,"Anu, sebenarnya saya masih belum menulis apa-apa." Dan salah satu di antara yang bertanya adalah saya pribadi. hehe
"Kalau begitu, Anda perlu menulis." jelas narasumber. "Anda mulai dengan yang kecil dan meningkatkanya sedikit demi sedikit."
Kadang untuk mulai mengerjakan sesuatu adalah hal yang memberatkan. Tetapi ketika kita mulai mengerjakan hal-hal kecil secara konsisten maka hal-hal besar pun terlihat tidak terlalu sulit.
Sama halnya dengan kepimpinan. Kita harus mulai dengan yang kecil dan meningkatkannya sedikit demi sedikit. Seorang yang belum pernah memimpin perlu mencoba mempengaruhi orang lain.
Seorang yang telah memiliki pengaruh harus mencoba membangun tim. Mulai saja dengan hal-hal yang dianggap perlu.
St. Fransiskus dari Assisi berkata, "Mulailah mengerjakan apa yang perlu, kemudian lakukan apa yang bisa dikerjakan, dan tiba-tiba saja Anda akan mampu mengerkjakan apa yang tidak mungkin anda kerjakan.
" Semua kepemimpinan diawali dari posisi seperti Anda. Napoleon berkata,"Satu-satunya pernaklukan permanen dan tidak menyisakan pernyesalan adalah penaklukan atas diri sendiri." Tanggung jawab kecil yang Anda miliki sekarang merupakaan penaklukan kepemimpinan besar pertama yang harus Anda lakukan. Jangan pernah mencoba menaklkkan dunia sebelum Anda membereskam hal-hal kecil di dalama diri Anda.
APA SAJA LANGKAH KEPEMIMPINAN KECIL DAN SPESIFIK YANG DAPAT ANDA AMBIL HARI INI?
-maxwell daily reader
Ya Allah, izinkanlah kami hidup 1 hari lagi untuk berbuat yang terbaik dan bermanfaat.
Jumat, 08 Maret 2013
Jumat, 03 Februari 2012
hai,, lagi ngapain???
Aku rasa kita sering mendapatkan pertanyaan tersebut baik langsung maupun melalui media online. Beberapa dari kita menjawab ala kadarnya apa yang sedang mereka lakukan. Namun, ada beberapa juga yang bingung mau jawab apa. Ya, benar. Karena mereka sedang tidak melakukan apa-apa. Alhasil mereka cuma menjawab,"gpp". bener kan?
kalo kita telusuri lebih mendalam, apa sih makna pertanyaan "lagi ngapain?" yang sebenarnya?
mari kita coba telaah lebih dalam bersama-sama.
ketika kita sedang bermain dengan internet, entah fb an, twitter an, atau blogging ada yang bertanya,"lagi ngapain?" kita kan menjawab,lagi mainan fb, twitter atau blogging jga kan. Terus, kalo pertanyaan berlanjut gini, "ngapain fb an? apa manfaatnya?" pasti kita akan memberikan banyak alasan untuk menjawab apa yng sedang kita lakukan.
pertanyaan ini mungkin hampir sama seperti kaca, yang bertanya" apa yang kau lihat?"
ketika kita berkaca pada diri, mungkin kita hanya berdandan,bersolek atau apalah. Tapi dibalik itu, kaca dapat membantu kita dalam berintrospeksi diri lho. Kaca bisa membenarkan raut wajah yang kusut berganti tersenyum syukur. begitupun pertanyaan, "lagi ngapain?". Pertanyaan ini bisa memberi manfaat mengembalikan kita kepada apa yhng benar-benar kita ingin lakukan dan kita capai.
curhat dikit ni, aku terlalu sering tidur-tiduran gak jelas. maenan game terlalu lama, dan serba teralalu lainnya. Dan aku baru tersadar ketika ada temen yang sms ke sekian kalinya,"lagi ngapain bro?" dan aku hanya menjawab ,"gpp" karena apa yang sedang aku lakukan g ada manfaatnya.
jadi, benarkah kita sering membuang-buang sisa umur kita? Coba tanyakan pada diri sendiri,"aku lagi ngapain ya? apa manfaatnya jika aku melakukan ini? dan apa ruginya jika aku tidak melakukan ini?
kalo kita telusuri lebih mendalam, apa sih makna pertanyaan "lagi ngapain?" yang sebenarnya?
mari kita coba telaah lebih dalam bersama-sama.
ketika kita sedang bermain dengan internet, entah fb an, twitter an, atau blogging ada yang bertanya,"lagi ngapain?" kita kan menjawab,lagi mainan fb, twitter atau blogging jga kan. Terus, kalo pertanyaan berlanjut gini, "ngapain fb an? apa manfaatnya?" pasti kita akan memberikan banyak alasan untuk menjawab apa yng sedang kita lakukan.
pertanyaan ini mungkin hampir sama seperti kaca, yang bertanya" apa yang kau lihat?"
ketika kita berkaca pada diri, mungkin kita hanya berdandan,bersolek atau apalah. Tapi dibalik itu, kaca dapat membantu kita dalam berintrospeksi diri lho. Kaca bisa membenarkan raut wajah yang kusut berganti tersenyum syukur. begitupun pertanyaan, "lagi ngapain?". Pertanyaan ini bisa memberi manfaat mengembalikan kita kepada apa yhng benar-benar kita ingin lakukan dan kita capai.
curhat dikit ni, aku terlalu sering tidur-tiduran gak jelas. maenan game terlalu lama, dan serba teralalu lainnya. Dan aku baru tersadar ketika ada temen yang sms ke sekian kalinya,"lagi ngapain bro?" dan aku hanya menjawab ,"gpp" karena apa yang sedang aku lakukan g ada manfaatnya.
jadi, benarkah kita sering membuang-buang sisa umur kita? Coba tanyakan pada diri sendiri,"aku lagi ngapain ya? apa manfaatnya jika aku melakukan ini? dan apa ruginya jika aku tidak melakukan ini?
Senin, 09 Januari 2012
Dirimu sehebat Mimpimu
Berikut adalah file presentasi dimana isinya tentang seberapakah besar arti mimpi kita dalam hidup kita. Karena mimpi adalah arah yang akan membimbing kita dalam memperjuangkan hidup ini, bermimpilah besar yang bermanfaat.
Setelahnya, kita harus melakukan sesuatu untuk mencapai mimpi tersebut dengan hasrat yang kuat. Tanpa hasrat, kita tidak akan pergi kemana-mana.
Di bagian akhir, saya sertakan background kondominium/apartemen yang ceritanya sudah ada di postingan sebelumnya. Di slide tersebut juga ada gambar seorang bayi yang menceritakan tentang perjuangan seorang ibu dengan hasrat yang kuat untuk melahirkan anak kesayangannya.
Intinya, kita memerlukan :
1. Mimpi- nilai kehidupan kita
2. Tindakan -untuk mencapai mimpi
3. Hasrat- bahan bakar tindakan
semoga bermanfaat.
terima kasih.
Setelahnya, kita harus melakukan sesuatu untuk mencapai mimpi tersebut dengan hasrat yang kuat. Tanpa hasrat, kita tidak akan pergi kemana-mana.
Di bagian akhir, saya sertakan background kondominium/apartemen yang ceritanya sudah ada di postingan sebelumnya. Di slide tersebut juga ada gambar seorang bayi yang menceritakan tentang perjuangan seorang ibu dengan hasrat yang kuat untuk melahirkan anak kesayangannya.
Intinya, kita memerlukan :
1. Mimpi- nilai kehidupan kita
2. Tindakan -untuk mencapai mimpi
3. Hasrat- bahan bakar tindakan
semoga bermanfaat.
terima kasih.
Langganan:
Postingan (Atom)