Sabtu, 22 Juni 2013

Menggali Kuburan Dengan Gigi Sendiri!!!

Sudah kebiasaan mahasiswa bila tidur lebih dari tengah malam, apalagi saat menjelang ujian, ataupun proker organisasi. Dan parahnya, sudah menjadi kebiasaan bebrapa mahasiswa pula untuk memililiki pola makan yang tidak teratur. Mungkin hal ini diperuntukan untuk mencapai sesuatu yang diimpikan seperti nilai atau keberhasilan proker. Kemungkinan besar, kebiasaan ini akan berlanjut sampai masa kerja bahkan sampai tua. Demi mencapai apa yang kita inginkan dan cita-citakan, kita lupa akan kesehatan kita.

Lalu, apakah layak, mempunyai segala yang diimpikan, tetapi tidak mempunyai kesehatan fisik untuk dapat menikmatinya? Apakah Kita akan bangun setiap paginya merasa penuh energi, bertenaga, dan siap menghadapi hari itu? Atau apakah Kita bangun  merasa sama lelahnya seperti semalam, badan sakit, dan berat untuk memulainya dari awal lagi?

Meminjam istilah dokter abad ketujuh belas, Thomas Moffett, kita "menggali kibur kita dengan gigi kita sendiri", sementara kita jejali tubuh kita dengan makanan berlemak tinggi yang tak bergizi, kita racuni sistem kita dengan rokok, serta dengan duduk pasif di depan laptop dan tidur yang tidak teratur.

Berbicara tentang makanan, karena kesibukan kita, sebagai mahasiswa, ataupun karyawan, kita sering memilih makanan yang instan. Di daerah aku kuliah sendiri, makanan yang paling mudah dijumpai adalah penyetan, yang minyak gorengnya entah digunakan sampai berapa kali sampai berwarna hitam. Yakinkah hal ini menyehatkan? Silahkan nilai sendiri. :) Jadi, ketika kita membeli makanan yang tidak bergizi, kita seperti "membeli kematian kita". Anehnya kita jarang sekali menyadarinya, dan terkesan acuh. Apa kita hanya menuruti nafsu saja, "yang penting kenyang"!? 

Membahas pola tidur, Dalam buku Miracle of Enzyme karya Hiromi Shinya, MD, manusia memiliki sejumlah enzym selama hidup. Enzym seperti nyawa kita. Ketika kita kita kehabisan enzym untuk mendukung kehidupan, saat itulah perlahan tanda-tanda kehidupan mulai memudar.

Faktanya, ketika kita sakit, enzym lah mendukung antobodi agar tubuh kembali fit. Saat kita tidur tidak teratur, sering kita merasa badan menghangat dan badan agak tidak fit. Pada keadaan ini, enzym bekerja keras untuk menyesuaikan keadaan tubuh agar normal. Dan apabila kita tidak memiliki jadwal tidur tetap, enzym dalam tubuh akan lebih cepat habis yang berdampak pada kesehatan saat kita tua.

Jadi, untuk hidup, perlulah kita bermimpi, berusaha meraihnya, dan seimbangkan dengan kesehatan untuk menikmatinya. :)
semoga kita dikaruniai kesehatan yang barokah dan diberi kebijaksanaan dalam menggunakanya. :)
amin.

Almamater ITS atau Jaket Himpunan?

Lalu, jaket ormawa lain dikemanakan? apakah mereka tidak layak disejajarkan? semoga pemilihan keduanya untuk mewakili jaket ormawa lainya. bukan menunjukkan kasta yang tidak sejajar.

Jika melihat kehidupan kampus, banyak mahasiswa yang sering mondar mandir menggunakan jaket himpunan. Mungkin di antara jaket-jaket di ITS, jaket himpunan masing-masing jurusan lah yang sering terlihat. Hal ini menunjukan rasa cinta dan memiliki terhadap jurusan yang kadang orang lain melihat hal tersebut sebagai arogansi jurusan.

Dibanding dengan  almamater ITS yang hanya digunakan untuk event-event tertentu seperti penerimaan mahasiswa, wisuda, talkshow dengan menteri, dan acara besar lain, jaket himpunan tentu lebih nyaman untuk kegiatan kampus. Namun, seharusnya hal ini tidak mengurangi nilai guna dari almamater ITS. Karena almamater ITS digunakan saat hari-hari besar ataupun hari-hari penting di kampus.

Jadi, Almamater ITS atau Jaket Himpunan? Tentu keduanya memiliki fungsi yang saling melengkapi. Keduanya bukan untuk dipilih mana yang lebih baik. Namun, kapankah pemkaian Almamater ITS atau Jaket Himpunan digunakan pada kondisi yang tepat.

Pertanyaanya selanjutnya, bagaimana kedudukan Jaket Himpunan dan jaket LDJ ataupun Ormawa lainnya?
bukankah mereka didesain supaya nyaman digunakan dalam civitas akademik?

Melihat pertanyaan tersebut, mari kita lihat esensi dari jaket tersebut. Jaket ormawa salah satunya digunakan untuk menyatakan identitas si pemakai. Jaket juga menunjukkan rasa kepemilikan mahasiswa terhadap ormawa tersebut. Jadi pilihan memakai jaket mana yang cocok, itu tergantung hasrat dan pribadi masing-masing.

Jumat, 21 Juni 2013

Facing the Giant

Aku mencintaimu ya Allah,
Engkaulah sumber kekuatanku.
Engkau adalah gunung batuku, pertahananku ,dan pembebasku.

ya Allah yang aku imani,
Engkau pelindungku, keselamatanku, dan kekuatanku

Aku akan berseru kepada Allah yang layak untuk dipuji
Sehingga aku dapat diselamatkan dari musuhku

Ya Allah, mau kah Engkau menolongku?
Aku membutuhkanmu.
Ya Allah, aku merasa ada raksasa ketakutan dan kegagalan
yang menatap ke arahku menunggu untuk menghancurkan ku
dan aku tidak tahu cara untuk menakhlukan mereka.
Aku lelah menjadi seorang penakut.

Ya Allah, jika Engkau menghendakiku melakukan sesuatu yang lain,
tuntunlah aku.
Jika Egkau tidak menghendakiku melakukan sesuatu, itu kuasa-Mu

Tapi Engkau adalah pembimbingku.
Kuhaturkan harapan dan mimpiku kepada-Mu.
Ya Allah, karuniakan aku sesuatu.
Tunjukan aku kehendak-Mu.

Little Prayer from a Friend

Ya Allah,

Aku percaya Engkau telah menempatkan mimpi dalam diriku yang belum terwujud.
Ajari aku untuk bersyukur kepada-Mu saat aku mengejar keinginan hatiku.
Tunjukkan kehendak-Mu yang sempurna,
Ijinkan aku bergerak sejauh dan secepat yang Engkau inginkan, tidak kurang ataupun lebih.

Aku tahu bahwa Engkau mempertemukanku kepada orang-orang
dan keadaan dalam hidup saya karena suatu alasan.
Terima kasih untuk memberi saya jaminan.
Terima kasih untuk memberi saya arah.

Kuserahkan aspirasiku kepada-Mu.
Karuniakan aku keberanian untuk bekerja meraih tujuanku
Karuniakan aku kebijaksanaan yang aku butuhkan untuk menyelesaikan rencana Mu untuk hidupku
dan kerendahan hati untuk menyertakan kemuliaan-Mu di dalamnya.


-Merry Riana-