Di satu sisi hal itu membawa kebaikan, juga membawa masalah
lho. Buktinya, kemaren ada banyak teman-teman saya yang bertengkar karena
merasa antriannya telah di sela orang lain(Karena ditinggal mengikuti mata
kuliah lain) dan di satu sisi lain juga ada beberapa orang yang rela membolos
mata kuliah tertentu dan menunggu dari jam 7 pagi.
Karena kejenuhan dan kebosanan yang luar biasa hebat dari
menunggu berhari-hari antrian (mulai minggu lalu), tak pelak perseturuan antara
dua kubu pun pecah. Siapa yang memenangkan untuk maju tes terlebih dahulu?
Beberapa orang yang meninggalkan antrian adalah kebanyakan
cewek. Dan kebanyakan dari yang rela menunggu dari jam 7 pagi sampai sore
adalah mayoritas cowok. Tentunya si cewek-cewek tersebut datangnya kurang dari
jam 7 dan meninggalkan antrianya.
Setengah hari pun berjalan. Bapak Mukhlason beristirahat
sejenak. Dan masalahnya mulai muncul dari sini. Sebagian besar yang bertahan
tetap menunggu adalah cowok. Ketika sesi tes lisan dibuka lagi, antrian
berikutnya masuk. Dan beberapa cowok yang antriannya di tengah-tengah tetap
menunggu sambil berharap bahwa antrian sebelumnya tak pernah kembali mengantri.
Ketika tidak ada yang mengantri lagi dan sepasang cowok
tersebut mau maju, datanglah beberapa orang cewek yang memiliki no. antrian
awal. Dan inilah masalahnya. Si Cewek ingin maju duluan.
Tetapi si cowok juga
tidak mau kalah beserta alasannya.
Ketika mengetahui bahwa cara maju tesnya sepasang-2, mereka pun
berebut pasangan dan saling mengingkari janji dengan pasangan sebelumnya. “Maaf
ya bro. Aku ma ini aja.”
Dan akhirnya si cewek lah yang menang dikarenakan tak
tahannya beberapa cowok yang rela menunggu dari pagi jam 7 sampai petang sore
oleh rengekan beberapa cewek yang mulai sembab.
“Akulah seorang pria. Ya udah, kamu maju aja sana.” Dan hari
itu, beberapa cowok telah menunggu 1 hari penuh + 1 minggu sebelumnya dengan
tanpa hasil.
Dari hal tersebut, mereka mengerti sesuatu. “Tak ada yang
pasti kawan. Hanyalah perubahan dan kematian yang pasti. Maka, Janganlah
mengharapkan sesuatu yang tidak pasti terlalu berlebihan.”
Maaf ya.. aku belum punya fotonya. Jadi yang kupake foto antrian sembako. hehehe
Semoga kita menjadi insan yang tetap mulia dikala sedih
maupun senang. :D
Salam sukses ya..